Studi: Perjalanan Mesin Waktu Tak Akan Ubah Sejarah

eks, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 15:18 WIB
Studi menyebut perjalanan dengan mesin waktu ke masa lalu disebut tak akan berbahaya hingga mengubah sejarah. Ilustrasi. Film Back to The Future menunjukkan kisah perjalanan ke masa lalu dengan mesin waktu. Studi menyebut perjalanan ini tak akan membahayakan sejarah (Dok. Universal Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perjalanan menjelajah dengan mesin waktu ke masa lalu dan masa depan disebut tak akan berbahaya dan mengubah sejarah. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan Universitas Queensland Australia.

Studi ini dilakukan seorang mahasiswa pascasarjana dan profesor fisika kampus itu. Mereka membedah kasus klasik soal paradoks mesin waktu.

"Proses matematika yang kami temukan menunjukkan bahwa perjalanan waktu dengan kehendak bebas dimungkinkan secara logis di alam semesta kita tanpa (terjadi) paradoks," jelas Germain Tobar, penulis utama studi ini.


Paradoks ini mempertanyakan bagaimana eksistensi diri kita ketika melakukan perjalanan ke masa lalu dan melakukan hal-hal yang membengkokkan sejarah.

Misal, ketika kita kembali ke masa lalu dan bertemu dan berinteraksi dengan orang tua atau kakek leluhur kita, maka kita bisa membahayakan eksistensi diri kita sendiri.

Cerita ini sempat diangkat dalam film Back to The Future. Saat itu, pemain utama Marty McFly kembali ke masa lalu. Ia tak sengaja menghentikan orang tuanya untuk bertemu, sehingga membahayakan kelahiran dirinya sendiri.

Namun, berdasarkan perhitungan dari studi teranyar menyebut kalau hal itu tak akan terjadi. Hipotesa yang disebutkan dalam studi ini menyebut secara teoritis, jika seseorang kembali ke masa lalu, maka paradoks akan melakukan koreksi secara otomatis untuk tetap apa yang terjadi di masa depan.

Para peneliti menjelaskan berdasarkan teori relativitas umum, melakukan perjalanan waktu ke masa lalu dimungkinkan. Bahkan jika dalam perjalanan waktu itu, kita berinteraksi dengan diri sendiri, seperti dikutip BGR

"Misal Anda melakukan perjalanan waktu untuk mencegah pandemi Covid-19 pada pasien nol agar tidak terpapar virus," jelas Dr Fabio Costa, co-author dari studi ini.

Berdasarkan pengertian paradoks, jika seseorang berhasil menghentikan infeksi virus corona pada pasien pertama. Hal ini mungkin akan menghilangkan motivasi mereka untuk melakukan perjalanan waktu ke masa lalu.

Sehingga, berdasarkan perhitungan matematika yang mereka lakukan, realitas akan memperbaiki sejarah itu sendiri.

"Dalam contoh pasien nol virus corona, Anda mungkin berhasil menghentikan pasien nol dari infeksi. Tapi, dengan melakukan hal ini, mungkin Anda yang akan menjadi pasien tersebut atau orang lain yang akan terinfeksi," tutur Tobar.

Menurut Tobar, usaha apapun yang dilakukan untuk menciptakan paradoks akan gagal. Sebab, peristiwa itu akan tetap terjadi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang dilakukan. Hal ini terjadi untuk menghindari ketidaksesuaian sejarah.

"Tidak peduli apa yang Anda lakukan, peristiwa penting akan terkalibrasi ulang di sekitar Anda," tuturnya seperti dikutip dari laman resmi

Ini berarti apa pun yang dilakukan oleh seorang petualang wakti di masa lalu, pandemi akan tetap terjadi. Sehingga, kejadian ini akan memberi Anda motivasi untuk melakukan perjalanan waktu untuk kembali dan menghentikannya.

(eks)

[Gambas:Video CNN]


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA