Fakta Sistem Rudal S-300 Armenia yang Dihancurkan Azerbaijan

CNN Indonesia | Sabtu, 03/10/2020 06:30 WIB
Azerbaijan dilaporkan berhasil menghancurkan sistem peluru kendali S-300 milik Armenia. Ilustrasi misil rudal. Azerbaijan dilaporkan berhasil menghancurkan misil rudal S-300 Armenia (OMAR HAJ KADOUR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Azerbaijan dilaporkan berhasil menghancurkan sistem peluru kendali S-300 milik Armenia.

Saat ini kedua negara tengah dilanda konflik di zona sengketa Nagorno-Karabakh. Sistem rudal ini sebelumnya mulai dikerahkan Armenia ke daerah perbatasan di sepanjang wilayah Nagorno-Karabakh.

CNNIndonesia.com merangkum beberapa fakta sistem peluru kendali buatan Rusia yang jadi andalan Armenia melawan Azerbaijan.


1. S-300 pertama kali dikembangkan Uni Soviet

S-300 adalah serangkaian sistem rudal surface to air jarak jauh yang dikembangkan oleh Uni Soviet. Sistem S-300 awalnya dikembangkan untuk pertahanan terhadap pesawat dan rudal jelajah Angkatan Pertahanan Udara Soviet.

S-300-P menjadi  varian pertama dari keluarga S-300 yang pertama kali dikembangkan pada 1967. S-300P yang kemudian bertugas pada 1978, dirancang dan diproduksi oleh Perusahaan Almaz Antey.

2. Bisa luncurkan berbagai macam rudal mematikan

S-300P adalah sistem senjata ekspansif yang telah menggunakan lebih dari 20 varian rudal. Saat ini, sistem tersebut menggunakan rudal 5V55K, 5V55R, dan 48N6.

Rudal ini menggunakan hulu ledak fragmentasi eksplosif tinggi yang dipicu oleh kedekatan dan sekering benturan untuk menghancurkan target mereka.

3. Bisa hancurkan target berjarak 750 km hingga 150 km.

5V55K dan 5V55R memiliki panjang 7,25 m dan panjang 48N6 7,50 m. Ketiga rudal itu berdiameter 0,51 m.

Sementara misil memiliki kemiripan dalam hal penampilan, mereka berbeda dalam jarak efektif dan kecepatannya.

5V55K memiliki jangkauan efektif maksimum 47 km sedangkan 5V55R dan 48N6 masing-masing memiliki jangkauan 75 km dan 150 km.

Model 5V55K dan 5V55R dapat mencapai target yang bergerak hingga 4.300 km per jam. 48N6 dapat mencapai target yang bergerak hingga 10 ribu km per jam.

Rudal tersebut dibawa oleh transporter erector launcher (TEL) 9P85S, sebuah truk berukuran 9,4 m, 8 × 8 yang dapat membawa hingga empat rudal.

4. Diekspor ke banyak negara

Dilansir dari Army Recognition, Rusia telah mengekspor berbagai varian sistem S-300P ke setidaknya 14 negara. Termasuk Aljazair, Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Bulgaria, Cina, Kroasia, Siprus, Yunani, Hongaria, Kazakhstan, Slovakia, Ukraina, dan Vietnam.

Pada 2016, S-300P tidak lagi diproduksi. Namun, pesanan ekspor untuk sistem terus dilakukan dan dipenuhi menggunakan model yang diperbarui.

Baru-baru ini, sistem tersebut telah menarik banyak perhatian internasional karena penyebarannya ke Krimea, Suriah, dan ekspornya ke Iran

5. Digunakan oleh Armenia dan Azerbaijan

Dilansir dari Missile Threat, sistem rudal S-300 ternyata digunakan oleh Armenia dan Azerbaijan yang notabene sedang berperang. Armenia menggunakan S-300PS sedangkan  Azerbaijan menggunakan S-300PMU-2/SA-20B.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK