Daihatsu Pasrahkan Pajak 0 Persen Mobil Baru ke Sri Mulyani

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 10:12 WIB
Menurut Astra Daihatsu Motor, Menteri Keuangan Sri Mulyani bakal menentukan keputusan yang terbaik. Ilustrasi penjualan mobil baru Daihatsu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen mobil terbesar sekaligus penjual mobil nomor dua terbanyak di dalam negeri, Astra Daihatsu Motor (ADM), pasrah kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani soal keputusan atas usul pembebasan pajak mobil baru.

Usul itu sebelumnya sudah disampaikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada pertengahan September. Sejauh ini belum ada tanda-tanda Sri bakal mengesahkan permintaan yang diprediksi segera memangkas harga jual mobil baru kemudian meningkatkan penjualan nasional yang tersapu pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra, keputusan atas usul itu tidak mudah sebab meliputi berbagai sektor. Meski begitu dia menyebut disetujui atau tidak bukan soal buat pihaknya.


"Suatu keputusan akan berdampak pada segmen atau sektor yang lain. Sehingga pemerintah saya yakin tidak akan mengambil keputusan tanpa mengevaluasi secara keseluruhan," kata Amelia dalam diskusi virtual, Kamis (15/10).

Sebagai pihak perusahaan pelaku industri, Amelia berpendapat Sri pasti punya hitung-hitungan sebelum meloloskan sebuah regulasi, meskipun tujuannya baik.

"Kami sebagai pemain percaya bahwa keputusan yang diambil apapun itu pasti sudah dipikirkan masak-masak apalagi ibu menyeru mendapat reputasi sebagai Menteri Keuangan terbaik. Saya percaya ibu Sri Mulyani tidak akan hanya mengambil keputusan untuk mengambil popularitas," kata dia.

"Beliau sudah pasti memikirkan masak-masak segala sesuatunya sampai akhirnya nanti diputuskan iya atau tidak. Jadi kami tidak mau ngomong berharap atau tidak, tapi kami percaya semua pasti dipikirkan," sambung Amelia.

Kemenperin mengusulkan pembebasan pajak mobil baru, yaitu pada pajak yang dipungut pemerintah pusat dan daerah, seperti PPn, PPnBM, BBN-KB hanya berlaku sampai Desember untuk mendongkrak pesat penjualan dan menggerakkan industri.

Saat ini penjualan telah turun lebih dari 50 persen efek pandemi yang membuat pabrik-pabrik mobil tidak berjalan normal. Itu artinya sektor industri otomotif terhambat menyumbang perekonomian Indonesia.

Kemenperin dan asosiasi perusahaan industri otomotif Gaikindo sempat mendesak Kemenkeu agar secepatnya menyetujui usulannya itu.

"Kami berharap Kementerian Keuangan jangan terlalu lama untuk mengakomodasi ini, jadi semakin cepat semakin bagus sehingga ekonomi kita bisa bergerak semakin lancar lagi," kata Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]