Menristek: Uji Klinis Fase 1, Terapi Plasma Darah Corona Aman

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 13:25 WIB
Hasil uji klinis Fase I terapi plasma darah konvalesen yang dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto diklaim berhasil. Ilustrasi terapi plasma darah untuk Covid-19. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menristek/ Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro menyampaikan terapi plasma darah konvalesen aman digunakan untuk mengobati pasien Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2. Dia mengatakan hal itu hasil uji klinis Fase I yang dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto.

"(Terapi) plasma konvalesen sudah melakukan uji klinis Fase I di RSPAD di mana salah satu kesimpulannya terapi ini aman, di mana tidak ada efek samping yang membahayakan," ujar Bambang dalam konferensi virtual, Selasa (20/10).

Bambang menuturkan hasil uji klinis Fase I terapi plasma konvalesen lebih efektif diberikan kepada pasien dalam kondisi sedang. Berdasarkan materi konferensi diketahui bahwa pasien dalam kondisi sedang lebih cepat lepas ventilator dan gangguan sistem tubuh lain lebih cepat berkurang setelah menjalani terapi plasma konvalesen.


Bambang menyampaikan terapi plasma konvalesen yang dipimpin LBM Eijkman sudah memasuki uji klinis Fase II. Ada 23 rumah sakit yang diperkirakan akan terlibat dalam uji terapi plasma konvalesen.

Lebih lanjut, Bambang juga menyampaikan LBM Eijkman sedang mengembangkan alat untuk mengukur kadar antibodi spesifik yang ada dalam darah pasien Covid-19. Alat itu nantinya akan digunakan untuk mengukur kualitas dari plasma darah yang diberikan oleh pendonor.

"Nantinya bisa digunakan setelah vaksinasi. Untuk mengecek apakah dari vaksin yang diberikan muncul daya tahan tubuh, imunitas yang cukup tinggi dan diperkirakan berapa lama itu bisa bertahan," ujarnya.

Terkait dengan vaksinasi, Bambang kembali mengingatkan bahwa akan dilakukan dalam jangka waktu bertahun-tahun. Sebab, dia melihat tidak ada vaksin yang membuat seseorang kebal selamanya dari infeksi virus corona SARS-CoV-2.

"Kemungkinan vaksin itu tidak menimbulkan daya tahan tubuh yang selamanya atau seumur hidup," ujar Bambang.

Di sisi lain, Bambang mengklaim pemerintah terus mengembangkan produk imunomodulator atau suplemen yang spesifik untuk menjaga daya tahan tubuh dari Covid-19. Saat ini, dia membeberkan produk imunomodulator PT Kalbe Farma sudah menjalani uji klinis RS Wisma Atlet.

"Harapannya imunomodulator yang berbahan herbal dari Indonesia ini kita bisa mendapatkan paling tidak satu jenis imunomodulator yang secara resmi suplemen yang cocok untuk Covid-19." ujarnya.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK