Ahli Ingatkan Dampak Megatsunami Alaska Tak Sampai Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 10:46 WIB
Menurut ahli BMKG longsoran gletser penyebab megastunami tidak berhadapan dengan laut lepas atau samudra pasifik, jadi kemungkinan tak sampai Indonesia. Ilustrasi gelombang tsunami. (Istockphoto/johnnorth)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia tak perlu khawatir terkena dampak megatsunami yang berpotensi terjadi di Alaska, Amerika Serikat.

"Sepertinya dampaknya tidak akan sampai ke Indonesia," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/10).

Rahmat menjelaskan potensi megatsunami itu muncul akibat longsoran gletser di kawasan Barry Arm. Akan tetapi longsoran gletser itu tidak berhadapan dengan laut lepas atau samudra pasifik.


Berdasarkan peta dia melihat sumber longsoran itu terbentengi oleh berbagai daratan sehingga tak akan sampai ke Indonesia. Lantaran kondisi geografis itu, Rahmat menilai tsunami hanya akan terjadi di wilayah Alaska.

Lebih lanjut, Rahmat membeberkan tsunami yang terjadi Alaska juga tergantung dari volume longsoran. Dia berkata tsunami semakin besar jika volume longsoran dalam jumlah besar.

"Kalau material longsornya kecil ya dampak tsunaminya kecil," kata Rahmat.

Sebelumnya, para peneliti telah memetakan pergerakan dan khawatir kemiringan yang tidak stabil pada gletser itu jauh lebih besar dari longsor sebelumnya pada 2015 dan 2017.

Gletser itu terletak di kawasan Barry Arm. Jika longsor, peneliti bisa menghasilkan tsunami yang bisa berdampak di seluruh wilayah Prince William Sound yang luasnya seratus mil.

"Jadi ketika itu bergerak, risikonya akan dahsyat, artinya ini seperti melepaskan gunung pergi dengan sangat cepat ke dalam air, menggusur semua air dan kemudian menciptakan gelombang tsunami raksasa," kata salah satu peneliti Ronald Daanen.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa longsoran gletser pada di Barry Arm ini bisa menimbulkan tsunami hingga 9 meter. Tsunami itu diprediksi akan merusak kawasan Whittier, Alaska.

(jnp/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK