Swedia Blokir 5G Huawei, Telekomunikasi China Serang Balik

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 20:29 WIB
Swedia memberikan tenggat waktu perusahaan pengikut lelang frekuensi 5G untuk menghapus peralatan Huawei dan ZTE sampai 1 Januari 2025. Logo Huawei. (istockphoto/ Nadya So)
Jakarta, CNN Indonesia --

Swedia memblokir Huawei dan ZTE dari pengadaan infrastruktur jaringan 5G dengan alasan untuk menjaga keamanan negara. Regulator telekomunikasi Swedia, PTS, telah menghapus Huawei dan ZTE dari pengadaan infrastruktur jaringan 5G.

Kebijakan PTS ini mengikuti saran dari militer dan dinas keamanan Swedia yang mendeskripsikan China sebagai salah satu ancaman terbesar bagi Swedia.

PTS memberi deadline perusahaan yang ikut serta dalam lelang frekuensi 5G hingga 1 Januari 2025 untuk menghapus peralatan Huawei dan ZTE dari infrastruktur 5G.


PTS juga meminta perusahaan menghapus Huawei dan ZTE dari infrastruktur inti yang sudah ada.

Pemerintah Eropa telah memperketat kontrol pada perusahaan China yang membangun jaringan 5G menyusul tekanan diplomatik dari Amerika Serikat.

AS menuduh peralatan Huawei dapat digunakan oleh China untuk memata-matai. Huawei berulang kali membantah isu bahwa Huawei membuat risiko keamanan nasional.

Inggris pada Juli memerintahkan peralatan Huawei dihapus sepenuhnya dari jaringan 5G-nya pada 2027. Kebijakan ini membuat Inggris menjadi salah satu negara Eropa pertama yang melakukannya.

China mengatakan tidak ada bukti konkret bahwa peralatan dari perusahaannya merupakan ancaman bagi keamanan nasional Swedia.

"Tidak ada alasan faktual untuk mendukung tuduhan Huawei yang menimbulkan ancaman keamanan. Pengecualian Huawei hanya didasarkan pada anggapan yang tidak berdasar dan tidak adil serta tidak dapat diterima," kata juru bicara Huawei.

Larangan ini dianggap analis bisa menghambat penerapan 5G karena semakin sedikit pilihan penyedia infrastruktur jaringan 5G.

"Larangan tersebut membuat operator jaringan memiliki lebih sedikit pilihan dan risiko memperlambat peluncuran 5G di pasar di mana persaingan berkurang," kata Ben Wood, kepala penelitian di CCS Insight.

China Serang Balik

Regulator telekomunikasi China kemudian membalasnya dengan mengeluarkan pemberitahuan terkait pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan telekomunikasi asing di negara tersebut.

Swedia adalah negara asal bagi Ericsson, salah satu pemasok peralatan telekomunikasi terkemuka di Eropa dan saingan terbesar Huawei.

Ericsson telah memenangkan kontrak dari ketiga operator besar di China untuk memasok peralatan radio untuk jaringan 5G. Oleh karena itu, Ericsson dapat berisiko jika pemerintah China memutuskan untuk membalas.

"Bisa jadi beberapa vendor Eropa akan menjual lebih sedikit di China ke depannya jika China menjual lebih sedikit di Eropa ke depannya," kata CEO Tele2 yang berbasis di Swedia, Kjell Johnsen.

Ericsson dan Nokia dari Finlandia kemungkinan akan mendapatkan keuntungan dari larangan tersebut secara lokal karena Huawei tak lagi bisa menjadi kompetitor dalam pengadaan infrastruktur jaringan 5G.

PTS telah menyetujui partisipasi Akses Hi3G Swedia, Net4Mobility - konsorsium Tele2 dan Telenor - Telia Sverige dan Teracom dalam lelang spektrum 5G.

Dilansir dari South Morning China Post, spektrum yang dilelang berada di frekuensi 3,5 GHz dan 2,3 GHz. Pita frekuensi ini diakui penting untuk peluncuran 5G.

Dilansir dari CNA, Tele2 mengatakan larangan itu tidak mengubah rencana perusahaan secara substansial. Tele2 menggunakan peralatan Huawei dalam jaringannya dan sebelumnya menyebut Huawei sebagai vendor penting.

"Banyak operator telah membuktikan bahwa ketika mereka merobek dan mengganti peralatan China, hal itu tidak berdampak negatif pada belanja modal mereka," kata konsultan industri John Strand.

(jnp/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK