EDUKASI & FITUR

Rekomendasi Waktu Istirahat Nyetir Saat Libur Panjang Oktober

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 19:43 WIB
Rekomendasi istirahat saat mengemudi yaitu 30 menit setiap 4 jam, agar tubuh tetap bugar. Ilustrasi berkendara. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mobil pribadi mungkin akan menjadi pilihan bagi masyarakat yang hendak memanfaatkan libur panjang akhir Oktober untuk bepergian ke berbagai tempat.

Meski terkesan simpel, namun ada yang penting diperhatikan saat mengemudi selama liburan, yakni waktu istirahat. Perlu ditekankan stamina tubuh manusia ada batasan amannya, istirahat perlu dilakukan untuk mengisi ulang energi terutama dalam perjalanan dengan jarak tempuh jauh.

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubuhu menuturkan pengemudi yang melakukan perjalanan jauh agar setidaknya berhenti untuk istirahat setiap empat jam mengemudi.


Rekomendasi waktu istirahat mengemudi itu sudah diatur melalui Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 90 ayat 2,3 dan 4.

Jusri mengatakan istirahat diperlukan sebab pengemudi mesti memahami kondisi fisiknya sendiri. Pengemudi bisa menilai berapa lama tubuhnya dapat bertahan memegang setir dalam satu kali perjalanan dengan kondisi berkonsentrasi penuh.

Menurut Jusri umumnya kondisi prima seseorang mengemudi paling lama empat jam, setelah itu mesti mendapat selingan istirahat selama 30 menit.

Kata dia pengemudi hanya dianjurkan mengemudi selama delapan jam per hari, itu berarti dua kali istirahat selama 30 menit. Bila terpaksa mengemudi selama 12 jam, pengemudi disarankan istirahat selama 1 jam setiap empat jam sekali.

"Bicara jam biologis tubuh, manusia punya ketahanan. Makanya mengemudi disarankan paling lama delapan jam dalam sehari," kata Jusri.

Jusri mengatakan istirahat agar konsentrasi pulih lebih berguna ketimbang mengandalkan suplemen, minuman berenergi atau kopi. Tiga makanan ini sering dianggap mampu meningkatkan kebugaran saat mengemudi.

Kata Jusri minuman berenergi dan kopi hanya akan memberikan rasa bugar dari luar, tetapi tidak di dalam tubuh pengemudi.

"Ya istirahat, tidur biar cuma 15 menit juga. Jangan minuman berenergi. Itu kan untuk memompa jantung jadi terasa tidak ngantuk, padahal badan keletihan. Kalau pun minum kopi jangan berlebihan, cukup satu gelas sebelum mulai perjalanan," kata Jusri.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK