Komodo Terancam Punah pada 2050

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 11:40 WIB
Peneliti memprediksi perubahan iklim bisa membuat Komodo terancam punah pada 2050. Peneliti sebut Komodo terancam punah pada 2050 akibat pemanasan global dan perubahan iklim (AFP/JUNI KRISWANTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Australia memprediksi komodo akan mengalami penurunan populasi secara signifikan dan terancam alami kepunahan pada tahun 2050. Peneliti mengatakan hal itu dampak dari perubahan iklim yang terus terjadi hingga saat ini.
 
Peneliti menggunakan data pemantauan komodo yang ekstensif, iklim, dan proyeksi perubahan permukaan laut untuk membangun model demografis yang eksplisit secara spasial untuk meneliti nasib komodo.
 
Model-model itu memproyeksikan jangkauan dan kelimpahan spesies di masa depan di bawah berbagai skenario perubahan iklim.
 
Melansir jurnal Ecology and Evolution, pimpinan peneliti dari Universitas Adelaide Alice Jones menuturkan simulasi memprediksi pengurangan luas kisaran habitat komodo sebesar 8-87 persen pada tahun 2050. 
 

Hasil simulasi itu mengarah pada penurunan habitat hunian komodo sebesar 25-97 persen dan penurunan jumlah komodo sebesar 27-99 persen di seluruh rentang spesies.
 
"Komodo akan mengalami penurunan populasi yang dramatis dan kemungkinan kepunahan karena pemanasan global pada tahun 2050," ujar Jones.
 
Jones dkk menuturkan Pulau Komodo dan Pulau Rinca yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo merupakan kawasan penting bagi kelangsungan hidup komodo. Sehingga, tindakan konservasi terhadap dua kawasan itu sangat penting.
 

"Kami sangat menganjurkan agar lembaga konservasi nasional dan provinsi bertindak sekarang untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang akan datang di pulau-pulau dalam jangkauan komodo, mengingat bahwa kawasan lindung di pulau Komodo dan Rinca kemungkinan akan menjadi habitat bagi komodo di masa depan," ujarnya.
 
Lebuh lanjut, Jones menjelaskan pulau endemik tropis sangat rentan terhadap perubahan global. Spesies di dalamnya pun demikian ciri khas tersendiri, seperti tingkat penyebaran yang rendah, ukuran populasi yang kecil, heterozigositas yang rendah, dan adaptasi lokal yang kuat, yang kemudian membatasi respon ekologi dan evolusi yang diperlukan untuk melawan perubahan lingkungan yang cepat.
 
"Dampak perubahan iklim pada spesies pulau tropis dapat diperburuk karena spesies tropis sangat rentan terhadap peningkatan suhu yang terkait dengan pemanasan global," ujar Jones.
 
Komodo atau Varanus komodoensis adalah kadal terbesar di dunia dan spesies endemik pulau yang unik dan ikonik. Populasi komodo diketahui sangat terbatas dan dianggap 'rentan' oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Namun, penilaian IUCN terakhir untuk spesies tersebut dilakukan lebih dari 20 tahun yang lalu.
 
Secara spesifik, komodo di temukan di pulau Komodo, Rinca, Nusa Kode, dan Gili Motang dalam Taman Nasional Komodo yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. Komodo juga ditemukan di Flores, khususnya di Wolo Tado.
 
Namun, saat ini populasi komodo di Flores kian menyusut akibat perluasan pemukiman manusia, perburuan ilegal spesies mangsa, dan pembukaan hutan untuk pertanian.


(jps/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK