Guru Besar Unpad: Vaksin Aman Tergantung Izin BPOM

CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 19:29 WIB
Menurut Guru Besar UNPAD, keamanan vaksin terjamin jika mendapatkan izin pemasaran dari BPOM. Simulasi vaksin Covid-19. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Cissy Rachiana Sudjana menyebut keamanan vaksin virus corona (Covid-19) dapat diamini publik saat sudah berhasil lolos ke pasaran atau telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.

Menurut Cissy bila vaksin sudah mencapai tahap demikian dapat dipastikan efikasi dan efek samping vaksin sudah teruji valid secara klinis. Kelayakan dan keamanan vaksin seperti tidak adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga menjadi perhatian paling penting sepanjang proses pengadaan vaksin.

"Keamanan vaksin itu akan dilihat dari stadium 1-3 dan sesudah itu dipelajari regulator yakni BPOM. Kurang ini-itu dikembalikan terus bolak-balik, kalau semua sudah aman tidak ada KIPI, tentu dia akan diberikan izin manufaktur, membuatnya, dan mengedarkannya," kata Cissy dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (27/10).


Cissy pun menilai BPOM sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal melakukan upaya terbaiknya dalam meloloskan setiap kandidat vaksin di pasaran. Cissy pun mengklaim kredibilitas dan kemampuan BPOM tak kalah apik dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Kendati demikian, Cissy mengingatkan masih ada potensi efek samping setelah vaksinasi rampung. Namun efek samping itu dinilai tidak menimbulkan gejala luar biasa atau hanya efek ringan dan hal ini disebut normal terjadi setelah penyuntikan vaksin.

"Memang tidak seratus persen [tidak ada efek samping], kalau seandainya KIPI itu misalnya merah bengkak itu biasa, tapi kalau yang sampai sakit kejang itu belum tentu juga disebabkan vaksinnya, kalau ada berita bahwa ini sakit gara-gara divaksin, kita harus lihat, ada laporan dulu," jelasnya.

Selain itu, Cissy menambahkan proses penyuntikan vaksin nantinya hanya diperuntukkan bagi mereka yang kondisinya sehat, dalam artian mampu beraktivitas secara normal. Hal itu untuk menghindari efek samping lain yang dikhawatirkan memperburuk kondisi orang tersebut.

"Vaksin itu harus diberikan pada orang sehat, dalam arti kalau dia hanya pilek atau batuk karena udara dingin dan dia tidak sakit berat itu masih boleh imunisasi tapi itu pun hati-hati," jelasnya.

Terakhir Cissy mengimbau agar setiap warga negara percaya dengan pengadaan vaksin sebagai salah satu jalan keluar dari lingkaran pandemi ini. Namun, upaya preventif seperti mematuhi protokol kesehatan 3M yang meliputi mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, juga perlu menjadi PR serius baik dari pemerintah dan warga.

"Vaksin itu merupakan cara paling efektif dari segi hasil menurunkan kesakitan, kecacatan dan kematian dan juga biayanya efektif," pungkasnya.

(khr/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK