EDUKASI & FITUR

Gunakan Sepatu Saat Berkendara Hujan, Dilarang 'Nyeker'

ryh, CNN Indonesia | Selasa, 03/11/2020 09:13 WIB
Sepatu jauh lebih baik ketimbang sandal sebab bisa melindungi seluruh kaki sampai mata kaki, nyeker dengan alasan apapun dianggap sangat berbahaya. Ilustrasi berkendara saat hujan. (Istockphoto/Bubbers13)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berkendara saat hujan merupakan salah satu momen riskan bagi pesepeda motor sebab itu salah satu hal yang direkomendasikan adalah selalu menggunakan sepatu, bukan sandal apalagi nyeker.

Sepatu sebenarnya merupakan riding gear alias perlengkapan berkendara yang wajib dikenakan pengendara, bahkan tanpa situasi hujan. Fungsinya melindungi area kaki sampai mata kaki dari benturan dari benda keras dan juga menambah kepercayaan diri.

Saat hujan, tapak sepatu yang umumnya lebih baik daripada sandal membantu pergerakan kaki saat menginjak foot step atau dek di motor matic. Seperti diketahui, selain untuk menapak saat berhenti, kaki juga berperan sebagai alat bantu keseimbangan.


Cara yang kurang tepat berkendara saat hujan yaitu tidak menggunakan alas kaki. Hal ini kerap dilakukan pengendara dengan berbagai alasan, termasuk lebih sayang sepatu kebasahan daripada mengamankan kaki sendiri.

Jenis sepatu yang lebih pas dipakai berkendara yaitu bot sebab menutupi hingga area tulang kering.

Selain sepatu ada berbagai hal lain yang mesti diperhatikan pengendara motor saat hujan, berikut ulasannya.

Ilustrasi Pengendara Memakai Jas HujanKesalahan berkendara saat hujan, menggunakan jas hujan ponco dan sandal. (Istockphoto/tbradford)

Gunakan Jas Hujan

Atribut paling umum yang harus digunakan pengendara ketika hujan yakni jas hujan. Jas hujan dapat melindungi badan pengendara agar tidak kontak langsung dengan air hujan, ini memungkinkan pengendara tetap hangat serta mengurangi potensi sakit.

Jas hujan yang direkomendasikan yaitu model dua potong, baju dan celana. Hindari jas hujan jenis ponco karena model ini tidak didesain buat berkendara.

Material jas hujan ponco dapat menjuntai ke area bawah motor dan memungkinkan tersangkut di komponen bergerak seperti rantai atau jari-jari motor. Sudah banyak kejadian seperti itu yang kemudian membuat kecelakaan.

Periksa Kondisi Ban

Pada musim hujan ban perlu mendapat perhatian lebih karena perannya krusial di permukaan licin. Telapak ban yang sudah botak menyebabkan daya cengkeram ban berkurang terhadap aspal, solusi untuk hal ini berkendara dengan kecepatan rendah atau langsung diganti yang baru biar aman.

Tanpa cengkram optimal ban, potensi selip dan terjatuh dari motor menjadi lebih besar.

Cara Berkendara

Mengendarai motor saat hujan dianjurkan menjaga kecepatan untuk menghindari risiko rem mendadak. Rem mendadak bisa membuat ban selip yang sering kali jadi penyebab kecelakaan.

Pengendara disarankan selalu menyalakan lampu utama saat hujan, hal ini mesti dipastikan walau motor-motor modern sudah punya AHO (automatic headlight on). Sinar lampu depan, termasuk sinar lampu belakang yang pasti ikut menyala, merupakan tanda keberadaan dan bentuk komunikasi dengan pengendara lain.

Selain itu pengendara juga diimbau tidak memaksakan diri tetap berkendara saat hujan lebat sebab selain licin, visibilitas juga berkurang. Berteduh di tempat aman merupakan pilihan terbaik jika situasi hujan semakin deras.

Hal lain yang mesti diperhatikan yakni menghindari genangan air. Terkadang genangan air di jalanan menutupi lubang atau got yang sebenarnya cukup dalam untuk membuat
kecelakaan.

Genangan air juga memicu aquaplaning, salah satu kondisi yang sulit dikendalikan pengendara, bahkan pebalap MotoGP sekalipun.

(fea/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK