Hitung-hitung Dana Ratusan Juta Pelihara Moge Harley-Davidson

CNN Indonesia | Jumat, 06/11/2020 10:26 WIB
Biaya kepemilikan Harley-Davidson bernilai ratusan juta, itu juga masih ditambah gaya hidup yang menyertainya. Moge Harley-Davidson. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harley-Davidson adalah sepeda motor impian, namun mungkin tak semua orang sanggup memeliharanya. Uang ratusan juta buat membeli motor merek Amerika Serikat ini baru salah satu hal yang mesti disiapkan konsumen, sedangkan untuk memeliharanya juga butuh dana yang tidak sedikit.

Ada segudang alasan mengapa seseorang mau merelakan uang yang seharusnya bisa beli mobil tapi malah digunakan buat kendaraan roda dua. Beberapa hal yang mungkin jadi pertimbangan yaitu Harley-Davidson bukan cuma motor tetapi juga 'toys boys', lambang kemapanan, simbol status, atau barang kolektor.

Ayu Kartika, General Manager salah satu distributor Harley-Davidson, Anak Elang, menjelaskan, biaya kepemilikan tergantung model. Dia mencontohkan model paling murah, Street 500 dengan mesin V-Twin 494 cc, untuk memilikinya konsumen mesti membayar Rp273 juta.


Catatannya, harga itu masih off the road alias tanpa surat-surat dan pembayaran pajak untuk membuatnya legal digunakan di jalan raya. Jika unit ingin dilengkapi dokumen seperti STNK dan BPKB butuh biaya tambahan puluhan sampai ratusan juta.

Ayu menyebut harga Street 500 dengan status on the road sekitar Rp340 juta, itu lebih mahal sekitar Rp60 juta dari banderol off the road.

"Tapi harga on tidak semua sama ya di setiap daerah," kata Ayu saat dihubungi, Kamis (5/11).

Harley-Davidson Street 500.Harley-Davidson Street 500. (anakelangharley.com)

Salah satu alasan mengapa harga Harley-Davidson mahal karena dibebani Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang tinggi.

Berdasarkan aturan PPnBM yang sekarang masih berlaku, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2014, PPnBM untuk motor berkapasitas lebih dari 500 cc dikenakan tarif 125 persen. Ini tidak berlaku untuk Street 500, namun buat model Harley-Davidson lainnya seperti Sportster atau Softail.

Khusus untuk Street 500, karena kapasitas mesinnya di bawah 500 cc, maka kena beban PPnBM sebesar 60 persen sesuai PP 22/2019.

Ayu juga bilang dealer biasanya memberikan fasilitas gratis biaya perawatan berkala satu kali dan garansi suku cadang dua tahun. Dia menyebut setelah servis gratis habis, konsumen perlu menyiapkan dana sekitar Rp1,5 juta untuk servis berkala dan ganti oli sesuai jadwal berikutnya.

Menurut Ayu pihaknya menganjurkan konsumen melakukan servis dan ganti oli setiap 5.000 km.

"Tapi harga tersebut hanya untuk model Street 500, kalau model lain tentu bisa lebih," kata dia.

Biaya memelihara Harley-Davidson masih ditambah pembayaran pajak tahunan sesuai STNK dan juga penunjang gaya hidup. Punya motor Harley-Davidson bisa jadi tak cukup sedap bila cuma dipandangi, ada berbagai konsumen yang memilih bergabung dengan klub.

Menjadi anggota klub berarti menambah aktivitas, misalnya kopi darat atau touring yang memungkinkan berlanjut ke modifikasi motor agar tampil beda. Selain motor, pengguna fanatik juga bisa sampai mendandani diri dengan merek Harley-Davidson. 

Ayu melanjutkan pihaknya juga menyediakan berbagai merchandise resmi Harley-Davidson. Barang-barang ini dikatakan bukan hanya digemari pemilik namun juga penggemar.

Merchandise Harley-Davidson terdiri dari beragam barang mulai dari pin, topi, kaos, kemeja, sofa, hingga meja biliar. Harga barang-barang tersebut bervariasi tapi mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan rupiah.

"Kalau ini kan tidak punya brand H-D juga suka beli. Misalnya untuk baju, kemeja itu kisaran Rp1 jutaan. Tapi kami juga punya barang lain yang ditujukan untuk konsumen yang loyal dengan brand dari kulkas sampai sofa," kata dia.

Saat ini produk Harley-Davidson paling mahal yang dijual di Indonesia yakni Ultra Limited. Harga off the road motor tersebut Rp999 juta- Rp1,019 miliar.

"Jadi biaya kepemilikan tentu tergantung juga dengan harga motornya," kata Ayu.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK