Gunung Merapi Siaga, BPPTKG Sebut Belum Muncul Kubah Lava

CNN Indonesia | Rabu, 11/11/2020 18:20 WIB
Meski kini status Merapi siaga, namun BPPTKG belum menemukan munculnya kubah lava di permukaan kawah gunung. Ilustrasi (AP/Slamet Riyadi)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)mengatakan belum terlihat munculnya kubah lava di permukaan kawah Gunung Merapi.

Hal ini berdasarkan data foto udara mengunakan drone pada 3 November 2020. Dari hasil foto udara, tidak terlihat adanya material baru, baik di sektor utara. timur, maupun selatan. Sedangkan di sektor barat tidak terlihat karena kondisi Merapi saat itu tertutup asap tebal.

"Saat Gunung Merapi meletus, maka lava yang terbentuk itu tidak semuanya terlontarkan. Sisa-sisa inilah yang disebut lava lama yang sekarang menjadi guguran. Jadi untuk lava yang baru sekarang belum muncul," papar Kepala BPPTKG DIY Hanik Humaida dalam konferensi pers virtual terkait perkembangan erupsi Gunung Merapi, pada Rabu (11/11).


Hanik menjelaskan, lava adalah magma yang berada di permukaan. Sedangkan gempa guguran yang terjadi akhir-akhir ini merupakan guguran material yang merupakan sisa dari letusan sebelumnya. Sebagai contoh lava 48 adalah lava sisa erupsi 1948.

Selain itu, hasil foto udara juga menunjukkan munculnya perubahan morfologi dinding kawah, terutama 1888 di bagian barat. dan 1954 di sisi utara. Perubahan morfologi tersebut karena adanya proses runtuh (Subsidence).

Sementara dari seismisitasnya, lanjut Hanik, saat ini sudah melampaui menjelang munculnya kubah lava tahun 2006. Namun, lebih rendah daripada kondisi menjelang erupsi 2010.

"Saat ini, data pemantauan kami, baik seismik maupun deformasi terus meningkat menunjukkan dekatnya waktu erupsi," tegasnya.

Lebih lanjut Hanik menambahkan,ancaman bahaya maksimal yang dapat terjadi ketika laju ekstrusi meningkat mencapai 100 ribu meter kubik per hari, dan kubah lava memenuhi kawah mencapai 10 juta meter kubik.

Jika 50 persen dari kubah tersebut runtuh, maka akan memunculkan awan panas ke Kali (Sungai) Gendol sejauh 9 km, dan Kali Woro 6 km.

Selain itu, berdasarkan skenario akibat terjadi penambahan bukaan kawah di Selatan dan Barat, maka diperkirakan awan panas juga mungkin terjadi di Kali Kuning, Kali Boyong, KAli Krasak, Kali Putih, Kali Senowo, Kali Trising, dan Kali Apu.

Hal ini berdasarkan pengalaman erupsi 2006 lalu. Saat itu, guguran terjadi di sisi Barat, dan Barat Daya, namun luncuran lava justru mengarah ke Selatan.

(tri/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK