Hutan Papua Dibakar, Netizen Bikin Trending #SavePapuaForest

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Jumat, 13/11/2020 18:52 WIB
Netizen menanggapi pembakaran hutan Papua diduga oleh anak usaha perusahaan Korea Selatan, Korindo Group. Foto aerial asap yang timbul dari pembakaran lahan untuk kepentingan konsesi di Papua. (Foto: forensic-architecture.org)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pembakaran hutan yang diduga dilakukan anak usaha perusahaan Korea Selatan, Korindo Group di Papua untuk usaha perkebunan kelapa sawit mendapat reaksi dari warganet. Warganet pun ramai memasang tagar #SavePapuaForest sebagai bentuk murka Tanah Air sudah diobrak-abrik oleh orang asing.

Netizen yang kesal dengan ulah tangan orang tak bertanggung jawab itu salah satunya pemilik akun Tukang Semangka.

"hei, berhenti menyentuh hutan kami!!.,' cuitnya.


Selain itu, pemilik akun Andrianyahmad48 mengatakan pelestarian hutan di Indonesia selama ini cuma sekadar gimmick.

"Go green cuma gimmick!!!," ucap Andrianyahmad48.

Sementara itu akun jeni is jeni mencuitkan dirinya cinta hutan dan cinta Papua yang jauh dari hiruk pikuk Ibu Kota Jakarta.

Ia pun mencuitkan "We love forest we love Papua." diikuti tiga tagar, yaitu #SavePapuaForest, #SaveHutanPapua, #SaveHutanIndonesia.

Pantaun CNNIndonesia.com, tagar #SavePapuaForest dan #SaveHutanIndonesia sudah masuk trending topik Indonesia sejak siang pagi hari ini, Jumat (13/11).

Sebelumnya diberitakan hasil investigasi Greenpeace International dengan Forensic Architecture menemukan dugaan anak usaha perusahaan Korea Selatan, Korindo Group di Papua melakukan pembakaran hutan di Papua secara sengaja untuk usaha perkebunan kelapa sawit.

Namun, temuan Greenpeace itu dibantah oleh Korindo Group. Perusahaan menyatakan bahwa informasi yang menyebut Korindo Group membakar hutan di Papua untuk perkebunan sawit tidak benar.

Mengutip rilis dari situs Greenpeace, perusahaan Korindo memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar di Papua dan telah menghancurkan sekitar 57.000 hektare hutan di provinsi tersebut sejak 2001.

"Sebuah wilayah yang hampir seluas Seoul, ibu kota Korea Selatan," demikian rilis di situs Greenpeace yang diakses pada Jumat (13/11).

Dalam penelitian tersebut, tim gabungan dua organisasi menggunakan citra satelit NASA untuk mengidentifikasi sumber panas dari kebakaran lahan yang berlokasi di Merauke, Papua tersebut.

Pernyataan Korindo

Sementara itu, Korindo Group membantah hasil investigasi yang dilakukan Greenpeace bersama Forensic Architecture tersebut.

"Hasil kesimpulan investigasi tersebut menyatakan tuduhan bahwa Korindo dengan sengaja dan ilegal membakar areal perkebunan adalah tidak benar," demikian pernyataan resmi Korindo Group yang diterima CNNIndonesia.com.

Pernyataan resmi Korindo itu telah dibenarkan oleh Head of Corporate Communication Korindo Group Suharsono kepada CNNIndonesia.com.

"Kami ingin menegaskan bahwa Korindo Group adalah perusahaan yang telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1969 dan konsisten berkontribusi dalam membantu perkembangan dan kemajuan rakyat Indonesia, khususnya di daerah Papua," tulis Korindo.

(mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK