Fakta Vaksin Sputnik V, Klaim 95 Persen Ampuh Lawan Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 20:06 WIB
Rusia mengklaim vaksin Sputnik V buatan mereka sudah mencapai tingkat keampuhan 95 persen melawan Covid-19 dan lebih murah. Ilustrasi vaksin corona Sputnik V Rusia. (AP/Taimy Alvarez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia mengklaim vaksin Sputnik V buatan mereka sudah mencapai tingkat keampuhan 95 persen melawan Covid-19.

Mengutip The Guardian, Rusia juga mengeklaim vaksin mereka memiliki kemanjuran atau efektivitas yang lebih tinggi daripada vaksin asal Inggris Oxford-AstraZeneca karena teknologi yang lebih canggih.

Seakan tak mau kalah, klaim Rusia itu muncul seminggu setelah dua perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Pfizer dan Moderna mengklaim vaksin Covid-19 mereka sudah di atas 94 persen manjur melawan virus corona. Berikut rangkuman fakta klaim vaksin Sputnik V asal Rusia.


Angka 95 Persen Setelah 42 Hari dari Dosis Pertama

Melansir AFP, klaim efektivitas hingga 95 persen muncul setelah mereka melihat data awal yang didapat 42 hari setelah dosis pertama.

Kementerian Kesehatan Rusia, pusat penelitian Gamaleya selaku pengembang, dan Badan Investasi Langsung Rusia (RDIF) secara kompak menyatakan vaksin itu menunjukkan keampuhan 91,4 persen 28 hari setelah dosis pertama dan didapat pada 39 kasus.

Sekitar 42 hari kemudian, setelah peneliti melakukan penyuntikan dosis kedua, data menunjukkan efektivitas meningkat hingga 95 persen.

Harga Vaksin Sputnik V Rusia Lebih Murah

Sputnik V mengatakan bahwavaksin COVID-19yang mereka buat hanya akan dihargai kurang dari 10 dolar Amerika Serikat (AS) per orang.

Ini berarti, satu orang hanya akan menghabiskan biaya sekitar Rp142 ribu.

Vaksin Bisa Disimpan di Suhu 2-8 Derajat Celcius

Vaksin Sputnik V diklaim bisa disimpan di tempat dengan suhu antara 2 hingga 8 derajat Celsius, daripada suhu di bawah nol seperti yang disyaratkan vaksin lain.

Pfizer sebelumnya menyatakan vaksin mereka hanya bisa disimpan pada suhu ultra dingin sekitar minus 100 derajat Fahrenheit atau minus 75 derajat Celcius.

Sementara Moderna dapat dikirim pada suhu minus 20 derajat Celcius dan dapat disimpan stabil selama 30 hari pada 2 derajat hingga 8 derajat Celcius yang merupakan suhu kulkas standar.

Vaksin Diuji Puluhan Ribu Relawan di Beberapa Negara

Rusia mengklaim bahwa terdapat 22.000 relawan yang mendapat suntikan dosis pertama, dan 19.000 sukarelawan untuk injeksi kedua Sputnik V.

Selain di Rusia, Sputnik V diklaim telah diuji coba terhadap Sputnik V juga dilaksanakan di negara lain seperti Uni Emirat Arab, Belarus, maupun Venezuela.

Sputnik V Dilirik Indonesia

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengklaim telah melakukan beberapa dialog soal peluang kerja sama terkaitvaksin COVID-19dari perusahaan pengembang lain selain Sinovac. Dalam hal ini termasuk Sputnik V asal Rusia.

"Ada beberapa vaksin yang akan diimpor oleh Indonesia, tapi harus mendapatkan izin penggunaan juga," kata Penny dalam konferensi pers secara virtual, Kamis(19/11).

Namun untuk izin edar baru bisa dikeluarkan apabila data dari uji klinis sudah sepenuhnya lengkap.

"Moderna belum (ada diskusi), tetapi Pfizer, AstraZeneca, Sputnik juga sudah (berkomunikasi)," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Russian Direct Investment Fund (RDIF) Kirill Dmitriev mengatakan bahwa mereka sengaja menurunkan harga agar vaksinnya dapat tersedia bagi seluruh dunia.

"Gamaleya Center telah mengembangkan salah satu vaksin paling efisien melawan virus corona di dunia dengan tingkat kemanjuran lebih dari 90 persen dan harga dua kali lebih rendah dibandingkan dengan vaksin lain dengan kemanjuran yang sama," kata Dmitriev.

Namun, Rusia tetap terbuka menawarkan pertukaran data dan informasi dengan para ilmuwan Inggris yang mengembangkan vaksin AstraZeneca.

Meskipun banyak negara telah menyatakan minatnya untuk mempelajari atau membeli vaksin dari Rusia, hanya sedikit negara barat yang telah mendaftar. Di antara negara-negara Uni Eropa, hanya Hungaria yang menyatakan minat serius dan memantik sikap penolakan dari anggota Uni Eropa lain.

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK