Peta Persaingan Pasar HP 5G di Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2020 13:11 WIB
Tujuh dari ponsel 5G yang sedang bersaing di global berasal dari China. Ilustrasi HP 5G. (dok. screenshot Apple)
Jakarta, CNN Indonesia --

5G atau Fifth Generation adalah sebuah istilah untuk menyebut generasi kelima atau fase naik tingkat dari standar telekomunikasi seluler 4G.

Menurut data yang dihimpun Counterpoint Research's Global 5G Tracker, Samsung Galaxy Note 20 Ultra 5G adalah model terlaris secara global pada September 2020 dan menguasai lima persen di antara semua model ponsel 5G.

Samsung Galaxy Note 20 Ultra 5G mengalahkan Huawei P40 Pro 5G yang merupakan model 5G terlaris pada bulan Agustus 2020.


Berikut 10 daftar ponsel 5G terlaris versi global:

1. Samsung Galaxy Note 20 Ultra
2. Huawei P40 Pro
3. Huawei Nova 7
4. Samsung Galaxy S20 Plus
5. Huawei P40
6. Vivo Y70s
7. Oppo Reno 4
8. Samsung Galaxy Note 20
9. Honor 30S
10. Oppo A72

Tujuh dari 10 ponsel 5G terlihat berasal dari China. Hal itu tidak mengherankan mengingat lebih dari 60 persen pasar 5G global terletak di China.

Sementara itu, produsen asal Korea Selatan Samsung yang memiliki tiga perangkat dalam daftar 10 besar baru-baru ini meningkatkan pengenalan perangkat 5G, termasuk menghadirkan model 5G ke seri A. Samsung juga memanfaatkan jangkauan globalnya untuk meningkatkan kehadirannya di pasar 5G. 

Huawei, pembuat smartphone terbesar ketiga di dunia, memiliki tiga perangkat dalam daftar 10 teratas.

Performa bagus Huawei di pasar dalam negeri China, yang mencapai 50 persen penetrasi 5G pada Q3 2020, memberinya keuntungan yang signifikan. Hal itu menandakan Huawei bisa bertahan di tengah sanksi Amerika Serikat (AS) pimpinan Donald Trump.

Sementara vendor 5G teratas menurut MR Orbis Market Reports dihuni:

1. Qualcomm
2. Intel
3. Samsung
4. NEC
5. MediaTek
6. Cisco
7. Cavium
8. Qorvo
9. Huawei

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Indonesia saat ini masih fokus pada jaringan 4G yang diklaim akan merata di seluruh desa-desa dan daerah terpencil pada 2022.

Kendati demikian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka seleksi pengguna pita frekuensi radio 2,3 GHz pada rentang 2360 - 2390 MHz untuk operator seluler dan mendorong 5G.

Bagi operator telekomunikasi, penambahan pita frekuensi bisa meningkatkan layanan data yang mereka miliki. Ibarat jalan tol, pengguna bisa mendapat jalan yang lebih lebar, sehingga koneksi bisa lebih lancar.

Beberapa operator seluler sudah mengajukan izin ke Kominfo untuk membawa ponsel 5G ke Indonesia. Namun suara keluhan dari opsel masih terdengar soal pemerintah yang belum siap menerapkan 5G.

Dalam UU Ciptaker tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran pasal 33 ayat 6 menyebutkan bahwa pemegang perizinan perusahaan terkait penggunaan spektrum frekuensi radio untuk penyelenggaraan telekomunikasi, dapat melakukan kerjasama penggunaan spektrum frekuensi radio untuk penerapan teknologi baru dan/atau pengalihan penggunaan spektrum frekuensi radio, dengan penyelenggara telekomunikasi lainnya. 

Badan Regulasi Telekomunikasi dan Informatika berpendapat bahwa definisi teknologi baru adalah teknologi yang belum pernah diimplementasikan di Tanah Air secara komersial dan masif. Generasi kelima atau 5G, termasuk dalam kategori teknologi baru, sebab hingga saat ini teknologi tersebut belum dikomersialkan.

Meski demikian, definisi dari teknologi baru hingga saat ini masih belum diputuskan. Peraturan turunan akan mengatur mengenai hal tersebut.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK