Pemerintah Kaji Keampuhan Vaksin Corona Sputnik V Rusia

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 07:58 WIB
Kemenkes merespons klaim vaksin Sputnik V Rusia yang ampuh 95 persen lawan Covid-19 dan harganya murah. Ilustrasi vaksin corona Sputnik V Rusia. (University of Oxford via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia mengklaim tengah mengkaji seluruh vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan vaksin luar negeri.

Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Budi Hidayat mengaku tidak menutup kemungkinan Indonesia juga mengkaji vaksin Sputnik V Rusia yang mengklaim punya efektivitas hingga 95 persen lawan Covid-19.

"Vaksin yang ada semuanya lagi dikaji. Masih belum ada keputusan karena masih diteliti," kata Budi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/11).


Budi menjelaskan lebih jauh bahwa vaksin yang dibeli Indonesia ialah vaksin yang cocok dengan karakteristik masyarakat. Adapun hal yang paling dipertimbangkan salah satunya ialah keefektifan dan kecocokan vaksin tersebut.

"Kita mengkaji tapi tidak tahu keputusannya. Dari sisi keamanan kecocokan di Indonesia yang dipertimbangkan," beber dia.

Kendati demikian, Budi belum mau secara tegas menegaskan bahwa Indonesia tertarik dengan vaksin corona Sputnik V karena harga yang murah dan syarat penyimpanan suhunya cocok dengan Indonesia.

Sejauh ini beberapa vaksin Covid-19 luar negeri yang sudah mengumumkan hasil uji fase ketiga adalah Pfizer-BioNTech, Moderna dan AstraZeneca-Oxford.

Sebelumnya, Rusia mengklaim vaksin Sputnik V sudah mencapai tingkat keampuhan 95 persen melawan Covid-19. Rusia juga mengklaim vaksin itu memiliki kemanjuran atau efektivitas yang lebih tinggi daripada vaksin asal Inggris AstraZeneca dan Universitas Oxford.

Sputnik V diklaim bisa disimpan di tempat dengan suhu antara 2 hingga 8 derajat Celsius. Tak hanya itu vaksin diklaim murah dengan harga Rp141 ribu.

Pfizer, buatan Amerika Serikat (AS), sebelumnya menyatakan vaksin mereka hanya bisa disimpan pada suhu ultra dingin sekitar minus 100 derajat Fahrenheit atau minus 75 derajat Celcius.

Sementara Moderna yang juga dari AS dapat dikirim pada suhu minus 20 derajat Celcius dan dapat disimpan stabil selama 30 hari pada 2 derajat hingga 8 derajat Celcius yang merupakan suhu kulkas standar.

(ctr/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK