Sinopharm Ajukan Izin Pasarkan Vaksin Corona

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 15:59 WIB
Grup perusahaan farmasi nasional China, Sinopharm dilaporkan telah mengajukan permohonan resmi ke pemerintah untuk memasarkan vaksin corona. China memamerkan vaksin Covid-19 buatan perusahaan Tiongkok. (AP/Mark Schiefelbein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Grup perusahaan farmasi nasional China, Sinopharm dilaporkan telah mengajukan permohonan resmi ke pemerintah untuk memasarkan vaksin corona.

Anak perusahaan Sinopharm, China National Biotec Group (CNBG) tengah mengembangkan mengembangkan dua vaksin Covid-19.

Mereka telah mengajukan persetujuan untuk menjual vaksin tersebut secara umum.


Hal itu dilaporkan kantor pemerintah China Xinhua Finance mengutip Wakil Manajer Umum Sinopharm, Shi Shengyi, Selasa (24/11).

Seperti dikutip dari South China Morning Post, kandidat vaksin yang dikembangkan National Biotech Group (NBC), dan Sinovac Biotech telah melakukan uji klinis di 10 negara di Amerika Selatan dan Timur Tengah. Akan tetapi data keamanan dan kemanjuran belum dipublikasikan.

Wakil Manajer Umum Sinopharm Shi Shengyi mengatakan perusahaan telah mengumpulkan data dari negara-negara yang tengah melakukan uji klinis vaksin.

Sebelumnya, Sinopharm juga sudah menyerahkan data klinis uji coba tahap tiga ke Badan Pengawas Obat dan Makanan China.

Menurut Shi, perusahaan akan merilis data uji coba tahap tiga setelah disetujui pemerintah.

"Data kami dievaluasi oleh departemen terkait sesuai dengan protokol yang bahkan lebih ketat daripada di beberapa negara Barat. Kami terus menjalin komunikasi dengan WHO," kata Shi seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Laporan itu muncul beberapa hari setelah dua vaksin yang dikembangkan Amerika Serikat, Pfizer dan BioNTech, serta Moderna mengumumkan bahwa kandidat vaksin telah mencapai 95 persen efektif alias ampuh melawan virus corona.

Jumat lalu, Pfizer juga mengungkapkan telah mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk penggunaan darurat. Moderna kemungkinan juga melakukan langkah serupa.

Sementara itu, perusahaan obat asal Inggris AstraZeneca dan Universitas Oxford mengklaim vaksin yang mereka kembangkan berhasil mencapai tingkatkeampuhan 70 persen melawan virus corona. Mereka juga sedang meminta persetujuan untuk penggunaan darurat dari regulator obat Inggris.

Rusia adalah satu-satunya negara yang telah menyetujui vaksinnya untuk penggunaan umum.

Beberapa waktu lalu Sinopharm mengatakan hampir 1 juta orang telah menggunakan vaksin virus corona buatan mereka melalui program darurat pemerintah.

Pemerintahan Presiden Xi Jinping meluncurkan program penggunaan vaksin darurat pada Juli lalu. Dalam program itu, ada tiga kategori warga yang masuk prioritas pemberian vaksin yakni pekerja esensial dan kelompok terbatas lainnya.

Penggunaan vaksin itu dilakukan bahkan ketika studi klinis belum rampung membuktikan keamanan dan keampuhannya membunuh virus corona.

Dikutip Channel NewsAsia, Pemimpin Sinopharm Liu Jingzhen mengatakan sejauh ini tidak ada efek samping yang merugikan dilaporkan dari para pengguna vaksin.

Vaksin corona buatan Sinopharm menggunakan virus Covid-19 yang tidak aktif dan tidak dapat bereplikasi dalam sel manusia untuk memicu respons imun. Vaksin ini memerlukan dua dosis agar menuai hasil efektif.

Vaksin tersebut saat ini masih dalam tahap tiga uji klinis di luar negeri. Sejauh ini sudah hampir 60 ribu orang yang menjadi relawan pengujian vaksin tersebut.

(dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK