Lima Tren Teknologi Disruptif 2021

CNN Indonesia | Selasa, 29/12/2020 14:04 WIB
Tren teknologi disruptif didorong dampak pandemi Covid-19 pada percepatan transformasi digital yang terjadi di masyarakat. Ilustrasi teknologi disruptif. (Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyedia layanan teknologi global, NTT memprediksi lima tren teknologi disruptif yang akan mendorong transformasi digital pada 2021.

Tren ini didorong dan merupakan dampak pandemi Covid-19 pada percepatan transformasi digital yang terjadi di masyarakat. Tren ini akan mendorong kebutuhan terhadap transformasi digital karena memungkinkan bisnis untuk memberikan pengalaman pelanggan dan karyawan yang positif.

Penelitian NTT lebih lanjut menunjukkan 72 persen organisasi Asia Pasifik mengutip peningkatan pengalaman konsumen (Customer eXperience/ CX) sebagai faktor utama yang mendorong transformasi digital mereka.


Berikut lima tren teknologi disruptif, yang diperkirakan akan terjadi mulai tahun 2021.

1. APN (All-photonics networks)

APN akan mengaktifkan transmisi informasi end-to-end antara terminal dan server yang akan memungkinkan pengguna untuk melakukan operasional dalam lingkungan komunikasi berkelanjutan secara intensif dengan menggunakan daya yang sangat rendah.

2. Teknologi Cognitive Foundation (CF)

CF akan menghubungkan dan mengontrol segala sistem TIK. Pengelolaan terpusat dan alokasi sumber daya TIK yang cerdas akan memberikan kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai informasi sensor.

Sensor ini termasuk audio, video atau lainnya untuk mendukung inisiatif Internet of Things (IoT).

3. Digital twin computing (DTC)

DTC akan memungkinkan analisis prediksi dengan mengintegrasikan dunia nyata dan virtual.

DTC akan menguji lingkungan yang berbeda dengan menyalin, menggabungkan, dan menukar berbagai digital twins dari 'benda' dan orang secara bebas.

Informasi ini akan diintegrasikan ke dalam aplikasi seperti sistem prediksi kemacetan lalu- lintas dan dapat membuat prediksi yang akurat di bidang pengendalian penyakit.

4. Evolusi 'citizen developer' dan otomatisasi proses robotik

Pembangunan platform-platform berkode rendah atau tanpa kode memungkinkan siapa saja untuk membuat aplikasi bisnis dengan menggunakan data perusahaan mereka sehingga menjadi pembeda yang signifikan bagi bisnis.

Pendekatan 'citizen developer' juga memanfaatkan otomatisasi proses robotik untuk mengotomatiskan proses bisnis tertentu, dengan demikian memungkinkan karyawan menghabiskan waktu untuk pekerjaan yang bernilai lebih tinggi.

5. Komputasi kuantum dan edge

Komputasi umum dan edge akan mengantarkan era baru komputasi. Lebih banyak pekerjaan komputasi yang dapat dilakukan secara lokal di edge, daripada di pusat cloud yang dapat menyebabkan penundaan.

Misalnya, sistem komputer pada visualisasi mobil akan memproses dan mengenali gambar dengan langsung, dibandingkan dengan harus lebih dulu mengirimkan informasi tersebut ke cloud untuk melakukan verifikasi.

"Pada tahun 2021, kami memperkirakan bahwa keberhasilan CX akan bergantung pada apakah anda memiliki strategi berbasis data dan terdokumentasi dengan baik," kata Chief Go-to-Market Practices Officer di NT, Andy Cocks, Selasa (1/12).

"Data pelanggan dalam jumlah besar yang diakses, diambil, dan dikelola oleh sebagian besar organisasi dari berbagai sumber semata-mata akan siap bertambah di tahun mendatang," tambahnya.

Andy mengatakan otomatisasi juga akan memainkan peran penting dalam inisiatif pengalaman karyawan. NTT memprediksi untuk melihat kemajuan dan adopsi otomatisasi proses robotik, pembelajaran mesin, dan AI.

"Pengusaha harus berpikir keras untuk mengoptimalkan kesejahteraan dan keselamatan karyawan. Identitas, data dan analitik, alat kolaboratif, keamanan dan otomatisasi akan menjadi dasar untuk meningkatkan pengalaman karyawan, serta yang terpenting, kesejahteraan karyawan," tutur Andy.

(jnp/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK