Ahli Sebut Invasi Tawon Berbahaya Bagi Penerbangan

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 19:23 WIB
Tawon lubang kunci membangun sarang di tabung pitot yang terbukti dapat membahayakan pesawat terbang. Ilustrasi Tawon lubang kunci. (Foto: iStockphoto/Kagenmi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para ahli yang terlibat dalam program penelitian dan identifikasi mengungkapkan tawon lubang kunci (keyhole wasps) memiliki ancaman bagi penerbangan. Ancaman dari gangguan tawon dengan nama ilmiah Pachodynerus Nasidens ini dapat menimbulkan kecelakaan besar pada pesawat.

Kabar terbaru, segerombolan tawon seringkali membangun sarang di instrumen penting yang digunakan untuk mengukur kecepatan pesawat terbang atau tabung pitot. Pitot sendiri merupakan tabung yang dirancang untuk mengukur aliran udara dan menentukan kecepatan udara sebuah pesawat.

Baru-baru ini, lubang aliran udara itu difungsikan tawon keyhole untuk membangun sarang yang terbukti dapat membahayakan pesawat terbang. Dengan temuan itu, para ahli terus mewanti-wanti agar dunia penerbangan tidak menganggap remeh tawon, khususnya tawon keyhole.


"Ketika kami melakukan beberapa penelitian dan tepat di bagian latar belakang. Kami menyadari bahwa ini bukan hanya ketidaknyamanan seperti Anda hanya perlu membersihkan benda-benda ini dan mengusir tawon, namun ini sebenarnya bisa menyebabkan kecelakaan besar," kata Ahli Ekologi dari Eco Logical Australia Alan House menyebut dilansir dari CNN, Jumat (4/12).

Pipot sendiri dipasang di bagian depan pesawat, yang fungsinya melakukan tugas penting untuk mengirimkan informasi kembali ke kokpit tentang seberapa cepat udara bergerak di atas permukaan langit. Jika tabung pitot tidak berfungsi, A330 secara otomatis beralih ke mode manual, dan hal itu memaksa pilot untuk mengambil alih kontrol.

Melansir ABC News, Bandara Brisbane, Australia, mencatat 26 insiden kerusakan pesawat akibat tawon selama November 2013 hingga April 2019. Tidak ada insiden besar di Bandara Brisbane akibat tawon tersebut, tetapi kecelakaan di tempat lain telah dikaitkan dengan serangga tersebut.

Misalnya, Birgenair penerbangan 301 jatuh di lepas pantai Republik Dominika pada Februari 1996 silam yang menewaskan 189 penumpang dan awak. Setelah ditelisik, disebutkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh kemungkinan tabung pitot tersumbat lumpur dan serangga kecil.

Kemudian pada 2018, Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil (CASA) Australia mengeluarkan peringatan kepada pilot, maskapai penerbangan, dan bandara di negara tersebut tentang bahaya serangan tawon. Tabung pitot yang tersumbat dapat menyebabkan hilangnya total kecepatan udara dan indikator ketinggian yang bakal berakibat fatal.

Sementara itu, tawon lubang kunci pertama terdeteksi di Pelabuhan Brisbane pada tahun 2010 silam. Kendati demikian, kemungkinan tawon tiba di kawasan itu paling cepat tahun 2006, menurut penelitian. Tidak diketahui bagaimana mereka sampai ke tanah Australia.

"Mungkin dengan kapal," ucap House.

Tawon jenis ini diperkirakan telah berada di Bandara Brisbane sejak 2012, dan tampaknya belum menyebar ke kota lain di Australia. Meskipun CASE mengatakan tawon sempat terlihat di Bandara Emerald.

Oleh sebab itu, dengan penelitian terbaru ini, House dan rekan kerjanya cukup jelas menilai bahwa tawon bisa menyebabkan kecelakaan pesawat. Ia pun menyarankan agar petugas bandara mengembangkan strategi untuk mengendalikan atau membasmi populasi dari spesies serangga 'berbahaya' ini.

(khr/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK