Peneliti AS Temukan Sarang Lebah Raksasa yang Mematikan

CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 07:31 WIB
Sarang pertama lebah raksasa pembunuh yang mematikan itu ditemukan di Blaine, kawasan di AS yang dekat dengan perbatasan Kanada. Lebah raksasa pembunuh. (iStockphoto/Kagenmi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah berbulan-bulan melakukan pelacakan yang cermat, pihak berwenang di negara bagian Washington bagian barat Amerika Serikat pada hari Jumat (23/10) mengatakan mereka telah menemukan sarang pertama dari lebah raksasa pembunuh dari Asia yang mematikan di negara itu.

Sarang itu ditemukan pada Kamis (22/10) oleh ahli entomologi Departemen Pertanian Negara Bagian Washington (WSDA) di sebuah properti di Blaine, dekat perbatasan dengan Kanada, kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa upaya untuk membasmi sarang tawon - spesies lebah terbesar di dunia yang juga dikenal sebagai "lebah pembunuh" - akan dilakukan pada hari Sabtu (24/10).


"Keberhasilan mendeteksi sarang terjadi setelah penjebak WSDA mengumpulkan dua lebah raksasa Asia pada 21 Oktober (Rabu), terperangkap dalam jenis perangkap baru yang ditempatkan badan tersebut di daerah tersebut," kata pernyataan itu, seperti yang dikutip dari AFP.

"Dua lebah lagi, juga hidup, ditemukan di perangkap lain pada pagi hari tanggal 22 Oktober ketika staf WSDA tiba di daerah itu untuk menandai lebah yang sebelumnya terperangkap dengan pelacak radio dan mengikuti salah satunya kembali ke sarangnya," tambahnya.

Para ilmuwan di negara bagian tersebut telah secara aktif mencari lebah raksasa Asia sejak serangga itu pertama kali terdeteksi pada Desember 2019 dan setelah salah satu tawon itu terperangkap pada bulan Juli di Whatcom, tempat Blaine berada.

Beberapa hama invasif lain yang bukan asli AS kemudian ditangkap, semuanya di wilayah yang sama.

WSDA percaya bahwa ada lebih banyak sarang lebah pembunuh ini dan "menghentikan penyebarannya sangat penting," kata Sven Spichiger, ahli entomologi WSDA, dalam konferensi pers Jumat sore.

"Jika berkembangbiak, lebah ini akan berdampak negatif pada lingkungan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat di Negara Bagian Washington," kata WSDA.

Tidak jelas bagaimana tawon - yang memiliki tanda oranye dan hitam dan panjangnya hampir lima sentimeter - itu tiba di AS.

Ilmuwan memperingatkan bahwa kecuali serangga itu dibasmi dalam beberapa tahun mendatang, ia dapat menyebar di Amerika Utara dan menjadi permanen.

Lebah, yang berasal dari Asia Timur dan Jepang, biasanya tidak menyerang manusia tetapi mereka dikenal menghancurkan koloni lebah madu.

Lebah membantai lebah madu dengan menggigit kepalanya.

Lebah kemudian menempati sarang lebah madu hingga seminggu atau lebih, memakan pupa dan larva.

Di Jepang, di mana serangga diburu dan dimakan, sekitar 30 hingga 50 orang meninggal setiap tahun karena sengatan lebah raksasa pembunuh yang berbisa dan menyakitkan.

(AFP/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK