Jualan Mobil Online Disebut Tetap Diminati Walau Ada Vaksin

CNN Indonesia | Sabtu, 19/12/2020 04:27 WIB
Toyota memprediksi penjualan mobil online masih menjadi andalan warga biarpun vaksin Covid-19 sudah ada. Ilustrasi penjualan mobil. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Toyota mengatakan vaksin corona (Covid-19) yang kemungkinan akan diterapkan awal 2021 tak akan mengubah pola pembelian mobil yang lebih banyak dilakukan secara digital.

Masyarakat dinilai tetap akan mengandalkan digitalisasi dalam proses pembelian kendaraan sebelum serius dan akhirnya berlanjut ke tahap tanda jadi secara langsung.

"Pertama saya rasa dengan pandemi behavior konsumen berubah. Jadi saya rasa tidak mungkin kembali seperti sebelum Covid. Jadi kebiasaan seperti virtual meeting dan online shopping akan tetap berjalan," kata Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi dalam diskusi virtual, Kamis (18/12).


Toyota menyebut selama pandemi penjualan memang tidak sepenuhnya terjadi secara virtual. Namun, awal mula penjualan saat ini selalu terjadi secara digital.

Penjualan online bisa melalui situs resmi, aplikasi khusus perusahaan, dan lain sebagainya yang intinya konsumen tidak akan bertatap muka langsung dengan pihak dealer.

Anton menyebut sejak wabah melanda Indonesia penjualan yang diawali secara digital atau online naik dari 15 persen menjadi 30 hingga 35 persen. Bahkan sejumlah dealer Toyota di Indonesia peningkatannya mencapai 40 persen.

"Jadi bisa dibilang dari tiga konsumen, satu ya datangnya dari online dulu baru ke offline (untuk tatap muka)," kata Anton.

Karena hal tersebut, Anton bilang Toyota kemungkinan tak akan mengubah cara penjualannya tahun depan. Penjualan secara digital tetap diusung, namun dikombinasikan dengan sistem offline.

"Jadi kombinasi, misalnya ingin menggali informasi bisa online, tapi tes drive itu kan offline. Lalu ke bengkel, sebelum datang bisa tanya-tanya secara online, ketimbang datang ke bengkel lalu nunggu dan tanya-tanya," kata Anton.

Anton menambahkan meski vaksin nanti diterapkan, pola penjualan online kendaraan juga tak akan surut.

"Ya kalau ada penurunan, tapi ya tidak mungkin ke 15 persen (seperti masa sebelum pandemi)," ucap Anton.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi optimis penjualan tahun depan dapat tumbuh sebesar 50 persen dari perolehan 2020 menjadi sekitar 750 ribu unit. Pasar otomotif tahun ini diprediksi mencapai 525 ribu unit.

"Tahun depan kalau ekonomi (terus naik) dan mudah-mudahan vaksin sudah bisa dijalankan harusnya ada perkembangan. Makanya harapan bisa tumbuh 50 persen menjadi 750 ribu unit," kata Nangoi saat dihubungi, Rabu (16/12).

Nangoi berharap vaksinasi Covid-19 tahun depan bisa mengubah persendian industri otomotif, sehingga pasarnya kembali menggeliat usai sembilan bulan terakhir dihantam pandemi Covid-19.

"Terus terang saja sangat berharap sekali bahwa vaksin bisa betul-betul direalisasi seluruh rakyat Indonesia. Harapannya akhir tahun ini atau awal 2021 sudah bisa jalan," ucap Nangoi.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK