Elon Musk Disebut Ingin Mendirikan Negara di Mars

CNN Indonesia
Selasa, 29 Dec 2020 09:09 WIB
Niat Elon Musk mendirikan negara di Mars dipahami dari perjanjian penggunaan sateli Starlink dan juga pendapatnya tentang jenis pemerintahan di planet itu. Ilustrasi koloni manusia di Mars. (Courtesy of NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO SpaceX Elon Musk dikabarkan berencana membangun negara di Mars. Rencana itu mulai terlihat dari sejumlah program yang akan dilakukan SpaceX beberapa tahun mendatang.

Mars merupakan salah planet yang diklaim Musk bisa ditinggali manusia. Namun sejauh ini diketahui hanya ada flyby dan pendaratan non-manusia di Mars.

Pengiriman manusia ke Mars baru direncanakan pada 2030-an.


Melansir Gizchina, Musk adalah salah satu orang yang merencanakan bagaimana manusia akan hidup di planet asing pada masa depan. Impian utamanya membangun basis manusia permanen dan kemerdekaan di Mars.

Dalam perjanjian pengguna layanan satelit SpaceX, yakni Starlink, dijelaskan bahwa semua pihak harus mengakui bahwa Mars adalah planet bebas dan tidak ada pemerintah Bumi yang memiliki kekuatan untuk menyatakan atau mengklaim kedaulatan atas Mars.

"Oleh karena itu, ketika ada perselisihan di Mars, itu akan diselesaikan melalui prinsip otonomi berdasarkan itikad baik," bunyi perjanjian pengguna layanan satelit Starlink.

Musk sebelumnya telah membayangkan seperti apa pemerintahan masa depan pemerintahan di Mars. Selama konferensi SXSW 2018, Musk mengatakan kepada penonton kemungkinan besar pemerintahan di Mars akan dibentuk dalam bentuk demokratis langsung.

"Orang-orang akan memilih langsung pada isu-isu, alih-alih membuat keputusan melalui pemerintahan yang representatif. Saya pikir ini mungkin lebih baik karena demokrasi langsung memiliki peluang korupsi yang jauh lebih rendah daripada demokrasi yang representatif," ujar Musk.

Pengacara Randy Sgar dari Hogan Lovells Law Firm menyatakan keraguan tentang kemampuan SpaceX untuk membangun 'bangsa Mars' yang independen. Dia berkata setiap orang di bumi memiliki hak dan tanggung jawab yang sama untuk membuat ruang yang dapat dinikmati semua orang.

"Misalnya, perjanjian Artemis 2020 menetapkan tidak ada negara yang dapat mengklaim kedaulatan, penggunaan atau menempati, atau menempati ruang dengan cara lain," ujar Sgar.

Frans Von Der Dunk, seorang ahli hukum luar angkasa di Nebraska College of Law mengatakan bahwa manusia mungkin masih perlu bertahun-tahun untuk mencapai Mars, apalagi mempertimbangkan untuk mendirikan negara di sana.

Melansir CNBC, Musk mengaku sangat yakin SpaceX akan mendaratkan manusia di Mars pada 2026 atau katanya bahkan bisa lebih cepat lagi.

"Jika kita beruntung, mungkin empat tahun," kata Musk.

Musk berkata kunci untuk mencapai tujuan Mars-nya adalah pengembangan SpaceX dari roket Starship-nya, kendaraan berbahan stainless steel yang dikembangkan perusahaan dengan tujuan meluncurkan kargo dan 100 orang sekaligus.

Tidak seperti armada roket Falcon 9 dan Falcon Heavy dari SpaceX, yang sebagian dapat digunakan kembali, tujuan Musk adalah untuk membuat pesawat luar angkasa sepenuhnya dapat digunakan kembali.

Dia membayangkan roket yang lebih mirip dengan pesawat komersial, dengan waktu penyelesaian singkat antara penerbangan di mana satu-satunya biaya utama adalah bahan bakar.

Pesawat kargo luar angkasa SpaceX saat ini sedang dikembangkan di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat. Musk berharap tes penerbangan orbit pertamanya akan dilakukan pada 2021.

(pjs/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER