Astronom Klaim Alien Amati Gerak-gerik Manusia di Bumi 2017

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Senin, 04/01/2021 19:49 WIB
Ilmuwan astrofisika dari Harvard University, Abraham Loeb meyakini alien memantau pergerakan manusia di Bumi beberapa tahun silam. Ilustrasi Oumuamua yang melintasi Bumi beberapa tahun silam. (Foto: ESO/M. Kornmesser via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0))
Jakarta, CNN Indonesia --

Ilmuwan astrofisika dari Harvard University, Abraham Loeb meyakini alien ada dan memantau pergerakan makhluk Bumi sejak 2017.

Melansir NY Post, Senin (4/1), profesor yang kerap disebut Avi Loeb dalam buku yang akan dirilis dengan judul "Extraterrestrial: The First Sign of Intelligent Life Beyond Earth" 26 Januari, Ia memaparkan benda-benda mendekati bumi beberapa tahun silam yang menarik untuk diulas.

Ia menjelaskan fenomena yang terjadi yaitu objek yang berterbangan di orbit bumi, yang menyerupai batu. Loeb beranggapan itu bukanlah batu biasa, melainkan sebuah bagian teknologi dari alien.


Objek tersebut bergerak menuju tata surya dari arah Vega (sebuah Bintang yang jaraknya 25 tahun cahaya dari bumi) dan mencegat tata surya pada 6 September 2017.

Saat itu, lintasan orbitnya berada paling dekat dengan matahari. Hingga pada akhir September, Ia melesat dengan kecepatan sekitar 58.900 mil per jam mendekati orbit Venus.

Pada 7 Oktober, objek tersebut kembali melesat ke orbit Bumi, sebelum masuk pada barisan konstelasi Pegasus dengan kegelapan di sekitarnya, tulis Loeb di buku tersebut.

Dalam catatan, objek janggal tersebut pertama kali terpantau Teleskop Survei Panorama dan Sistem Respons Cepat (Pan-STARRS) yang merupakan teleskop tertinggi di Bumi.

Para peneliti menjuluki objek Oumuamua berasal dari bahasa Hawaii yang artinya Pramuka. Objek tersebut memiliki panjang yang relatif kecil, kurang lebih 100 yard atau sekitar 91 meter.

Ilmuwan menganggap temuan tersebut hanyalah komet biasa. Namun Loeb mengutarakan asumsi tersebut dengan pikiran yang berbeda, dilansir slashgear.

"Apa yang akan terjadi jika manusia gua melihat ponsel?" Dia bertanya. Dia telah melihat batu sepanjang hidupnya, dan dia akan mengira itu hanya batu yang berkilau?" tanya Loeb.

Lebih lanjut Ia segera mengutarakan pemikirannya dan memberi pandangan bahwa temuan itu bukanlah komet, namun pancaran teknologi yang terlihat dari peradaban alien.

Para astronom melihat cara objek tersebut memantulkan sinar Matahari. Kecerahannya bervariasi, hingga mencapai 10 kali kedip cahaya yang disimpulkan merupakan waktu untuk menyelesaikan rotasi penuh ke Matahari.

Ilmuwan juga menyimpulkan bahwa benda tersebut memiliki panjang lima hingga sepuluh kali lebih panjang daripada lebarnya, dan hampir menyerupai bentuk cerutu.

Loeb juga menilai, objek Oumuamua memiliki kecerahan yang berbeda daripada asteroid atau komet lainnya di tata surya. Ia menyamakan permukaannya seperti logam yang mengkilap. Loeb juga terdorong untuk memecahkan teka-teki cara 'Oumuamua bergerak'.

"Dorongan gaya berlebih dari matahari - itulah yang dapat mematahkan punggung unta," katanya.

Dengan menggunakan ilmu fisika, para ilmuwan dapat menghitung jarak jalur yang harus diambil sebuah benda, dan kecepatan benda tersebut bergerak karena pengaruh gaya gravitasi yang diberikan oleh matahari.

Pada Juli 2009, ahli dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (NASA) menerbitkan sebuah artikel yang isinya menyimpulkan bahwa peneliti tidak menemukan bukti kuat Oumuamua adalah bagian dari alien.

"Kami tidak menemukan bukti kuat yang mendukung yang penjelasan alien untuk objek Oumuamua," ucap NASA.

Loeb mengatakan sendiri pernah mengatakan Oumuamua bergerak karena didorong oleh mesin alien seperti lightsail, yakni mesin tipis yang berakselerasi saat didorong oleh radiasi matahari, di tengah pendapat ahli lain bahwa akselerasi Oumuamua kemungkinan disebabkan oleh fenomena alam.

Pada Juni 2020, tim peneliti menduga bahwa hidrogen padat meledak tanpa terlihat dari permukaan Oumuamua dan membuat Oumuamua berakselerasi.

"Beberapa orang tidak ingin membahas kemungkinan adanya peradaban lain di luar sana, Saya pikir itu adalah prasangka yang harus ditinggalkan," ujar Loeb.

Anggapan itu coba dibantah Loeb dan rekannya yang menyebut bahwa hidrogen yang melintasi ruang antartika akan menguap jauh sebelum mencapai tata surya. Ini akan menjadi penelitian dengan taruhan yang tinggi.

Karena itu, para ahli harus lebih banyak melakukan penjelajahan ke Bulan dan Mars, untuk mendapati objek-objek serupa yang disebut berasal dari alien.

Loeb menjelaskan bukunya harus memotivasi orang untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang objek berikutnya yang terlihat aneh.

"Jika kami menemukan yang lain dan kami mengambil foto dan itu terlihat nampak seperti layar tipis, saya rasa tidak ada yang akan membantahnya," tutup Loeb.

Infografis_UFOInfografis_UFO (Foto: Rengga).
(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK