Unduhan Whatsapp Turun, Aplikasi Signal-Telegram Naik Daun

CNN Indonesia | Senin, 11/01/2021 11:40 WIB
Angka unduhan Whatsapp turun pada minggu awal 2021, sementara Signal dan Telegram naik daun. Ilustrasi. Angka unduhan Whatsapp turun pada pekan awal 2021, sementara Telegram dan Signal naik (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Angka unduhan dan pemasangan (install) baru WhatsApp turun, sementara jumlah unduhan aplikasi pesaing seperti Signal dan Telegram mengalami kenaikan.

Pemasangan baru WhatsApp turun 11 persen dalam tujuh hari pertama di tahun 2021 dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Hal ini berdasarkan data yang dilaporkan Sensor Tower, layanan analisis aplikasi global. Meski mengalami penurunan, tapi secara global angka unduhan Whatsapp masih berjumlah sekitar 10,5 juta unduhan.


Di sisi lain, popularitas aplikasi pesan instan lain seperti Signal dan Telegram melonjak secara signifikan. Lebih dari 100.000 pengguna menginstal Signal di seluruh toko aplikasi Apple dan Google dalam dua hari terakhir, sementara Telegram memperoleh hampir 2,2 juta unduhan

Pemasangan aplikasi Signal naik setelah setelah kicauan Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX. Sebelumnya, Elon menyarakan pengikutnya untuk tidak menggunakan aplikasi perpesanan milik Facebook, temasuk WhatsApp.



Dia menyerukan pengikutnya menggunakan aplikasi perpesanan yang aman, yakni Signal, seperti dilansir dari Wio News

Lewat Twitter, Musk yang memiliki hampir 43 juta pengikut juga membagikan meme yang merujuk pada peran Facebook dalam penyebaran informasi yang salah yang menyebabkan aksi di gedung parlemen Amerika Serikat.

Melansir Digital Trends, ajakan Musk untuk menggunakan Signal dipicu oleh perubahan terbaru pada kebijakan privasi Facebook. Pembaruan itu memungkinkan lebih banyak berbagi data antara Facebook dan perusahaan mitranya WhatsApp, termasuk berbagi nomor telepon, interaksi di platform, informasi tentang perangkat seluler yang digunakan untuk mengakses layanan, dan alamat IP.

Jika pengguna WhatsApp tidak setuju untuk berbagi data, maka akun mereka tak lagi bisa digunakan. Pengguna pun punya pilihan untuk menghapus akun mereka di Whatsapp. Tapi, meski sudah dihapus, beberapa data pengguna masih disimpan oleh layanan aplikasi pesan instan itu.

Perseteruan Musk dengan Facebook bukan pertama kali terjadi. Musk pernah secara vokal mengatakan bahwa dia memilih untuk menghapus akun SpaceX dan Tesla di Facebook setelah skandal Cambridge Analytica pada tahun 2018.

Dia juga pernah bertengkar dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg secara pribadi. Keduanya pernah saling mengecam melalui Twitter dan platform media sosial lainnya beberapa kali di masa lalu, misalnya tentang kecerdasan buatan.

Musk menilai aplikasi WhatsApp dan Facebook menimbulkan masalah privasi. Dia menilai Signal merupakan alternatif karena terenkripsi dan lebih aman.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK