Respons WhatsApp Atas Polemik Aturan Kebijakan Privasi Baru

CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 12:40 WIB
Whatsapp merespons polemik aturan baru terkait kebijakan privasi dan penggunaan layanan. Ilustrasi. Whatsapp beri respons soal polemik kebijakan privasi (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

WhatsApp memberi klarifikasi soal isu kerawanan data usai mereka melakukan pembaruan kebijakan privasi dan penggunaan layanan di aplikasi pesan instan itu.

WhatsApp menegaskan pembaruan kebijakan privasi tidak mempengaruhi enkripsi end-to-end (pengamanan pesan agar tak bisa bocor ke pihak ketiga) serta keamanan privasi pesan pengguna dengan teman atau keluarga.

"Kami ingin meluruskan rumor dan 100 persen jelas bahwa kami melindungi pesan probadi dengna enkripsi end-to-end," kata WhatsApp dalam keterangan resmi lewat Twitter, Selasa (12/1).


"Pembaruan kebijakan privasi kami tidak mempengaruhi privasi pesan Anda dengan teman atau keluarga."

Hal serupa sebelumnya juga dicuitkan, Will Cathcart, Head of WhatsApp. Menurutnya, perlindungan pesan antar pengguna akan tetap dilindungi. Namun, pembaruan kebijakan privasi dan penggunaan layanan yang dilakukan Whatsapp berlaku untuk chat yang dilakukan dengan akun bisnis.

"Penting bagi kami untuk menjelaskan bahwa pembaruan ini diperuntukkan pada komunikasi dengan (akun) bisnis...tidak memengaruhi bagaimana pengguna berkomunikasi secara privat dengan teman atau keluarga," tulisnya.



Penting bagi WhatsApp, kata dia untuk memperjelas pembaruan yang menjelaskan komunikasi bisnis dan tidak mengubah praktik berbagi data WhatsApp dengan Facebook.

Cathcart mengakui ada orang yang tidak setuju dengan itu, termasuk beberapa pemerintah. Namun, dia menyebut setiap orang harus memiliki pilihan dalam cara mereka berkomunikasi dan merasa yakin bahwa tidak ada orang lain yang dapat melihat obrolan mereka.

Berdasarkan pembaruan aturan layanan dan privasi Whatsapp, disebutkan bahwa data pengguna memang bisa dibagikan dengan akun bisnis.

Selain itu, Whatsapp pun tidak dapat memastikan bagaimana datanya digunakan dan dapat dibagian dengan penyedia layahan pihak ketiga.

"Bisnis dapat memberi penyedia layanan pihak ketiga (solution provider) akses ke komunikasinya untuk mengirim, menyimpan, membaca, mengelola, atau memprosesnya untuk bisnis," tulis Whatsapp dalam pembaruan kebijakan, seperti ditelusuri CNNIndonesia.com (7/1).

Lalu bagaimana pengguna tahu sedang berkomunikasi dengan akun bisnis yang menggunakan layanan pihak ketiga? Melansir WABetaInfo, hal ini bisa diketahui lewat notifikasi yang muncul saat akan mulai "ngobrol" dengan akun bisnis yang memakai layanan solution provider pihak ketiga. 

Isi notifikasi itu emang memberitahukan kalau chat tersebut dilindungi enkripsi end-to-end. Tapi ada tombol "learn more" yang menjabarkan lebih lanjut soal penggunaan data oleh pihak ketiga.

Selain itu, meski mengaku tak menyimpan data lokasi yang dibagikan pengguna, tapi Whatsapp masih bisa memberikan data perkiraan lokasi umum pengguna, seperti nama kota dan negara.

Data perkiraan lokasi umum ini didapat lewat penyimpanan alamat IP dan informasi lainnya, seperti kode area nomor telepon milik pengguna.

Lebih lanjut, dalam cuitan itu, WhatsApp menyampaikan akan terus melindungi pesan pribadi pengguna dengan enkripsi ujung-ke-ujung. Whatsapp mengklaim tidak dapat melihat pesan pribadi atau mendengar panggilan pengguna, begitu pula Facebook.

Kemudian, WhatsApp mengaku tidak menyimpan catatan tentang siapa yang mengirim pesan atau menelepon penggunanya. Whatsapp juga berkata tidak dapat melihat lokasi yang dibagi pengguna, begitu pula Facebook.

Selain itu, WhatsApp menyatakan tidak membagikan kontak pengguna dengan Facebook. WhatsApp group juga disebut tetap privat.

Di sisi lain, WhatsApp menuturkan bahwa pengguna dapat menyetel pesan untuk agar dapat menghilang setelah beberapa waktu. Terakhir, WhatsApp mengumumkan bahwa pengguna dapat mengunduh datanya sendiri.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK