Polling CNN: Telegram Diminati di Tengah Dilema WhatsApp

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 12:12 WIB
Polling CNNIndonesia.com di Twitter menunjukkan sebagian besar netizen memilih Telegram sebagai pengganti WhatsApp, lainnya pilih Signal, Line, dan SMS. Ilustrasi WhatsApp. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masyarakat yang hendak berpaling dari Whatsapp, punya beberapa pilihan aplikasi pesan instan alternatif favorit seperti Telegram, Line, hingga Signal. 

Beberapa pengguna berbondong-bondong beralih ke layanan pesan instan lain setelah kebijakan privasi baru Whatsapp berbagi data dengan Facebook menimbulkan kritik pengguna. Pasalnya, pengguna dipaksa setuju dengan kebijakan baru itu jika ingin terus menggunakan layanan.

Whatsapp lalu memberikan penjelasan bahwa praktik berbagi data dengan Facebook telah dilakukan sejak 2016. Ia pun menjelaskan bahwa pihak ketiga tetap tak bisa mengintip pesan pribadi yang dikirim antar pengguna.


Pesan yang bisa diintip pihak ketiga adalah komunikasi yang dilakukan dengan akun bisnis tertentu. Whatsapp pun memberikan peringatan terlebih dulu kepada pengguna ketika akan melakukan chat dengan akun seperti itu. 

Meski praktik berbagi data pengguna ini sudah diberlakukan sejak 2016. Kebijakan itu dinilai membuat data pribadi pengguna menjadi tidak aman.

Dampak dari kebijakan itu membuat sejumlah pengguna berhenti menggunakan WhatsApp. Mereka memilih menggunakan aplikasi perpesanan lain yang tidak mengeksploitasi data pribadi penggunanya.

CNNIndonesia.com menggelar polling di Twitter untuk mengetahui aplikasi perpesanan apa yang akan dipilih jika berhenti menggunakan WhatsApp. Ada tiga aplikasi yang ditawarkan berdasarkan sejumlah pertimbangan, yakni Telegram, Signal, dan Line.

Berdasarkan polling yang diikuti oleh 1.546 pengguna Twitter, sebanyak 58,9 persen pengguna memilih untuk menggunakan Telegram. Sedangkan yang memilih Signal sebanyak 12 persen.

Selanjutnya, sebanyak 24,8 persen pengguna memilih Line. Sisanya sebanyak 4,4 persen mengaku memilih untuk menggunakan SMS hingga Discord.

Pilihan terhadap Telegram bukan sesuatu yang mengherankan. Sebab, Telegram diketahui hanya mengumpulkan kontak dan identitas pengguna. Sementara Signal, tidak ada data yang dikumpulkan.

Signal yang didirikan oleh salah satu mantan pendiri WhatsApp hanya membutuhkan nomor ponsel untuk pendaftaran dan tidak menghubungkan nomor telepon itu ke identitas pengguna.

Sedangkan Line diketahui mengumpulkan sejumlah data pengguna, seperti nomor telepon, email, jenis perangkat, jenis OS, alamat IP, informasi penjelajah web termasuk jenis dan pengaturan bahasa, pengenal perangkat, data cookie, pengenal iklan atau pengenal aplikasi telepon seluler.

WhatsApp dalam pembaruan kebijakannya mengumpulkan sejumlah data, seperti model perangkat keras, informasi sistem operasi, level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator seluler atau ISP), serta bahasa dan zona waktu. Sejumlah data itu nantinya bisa dibagikan kepada Facebook untuk keperluan tertentu.

(jps/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK