Kasus WhatsApp, Signal Kebanjiran Pengguna di India-Jerman

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 19:20 WIB
Jumlah pengguna yang mengunduh aplikasi Signal per harian di India, Jerman hingga Swiss sudah mengalahkan WhatsApp. Ilustrasi aplikasi Signal. (cnnindonesia/AdhiWicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi perpesanan Signal mengalami peningkatan pengguna secara signifikan, imbas kekhawatiran pengguna WhatsApp yang mengharuskan untuk membagi data kepada perusahaan induknya, Facebook.

Melansir Reuters, jumlah pengguna baru yang memasang aplikasi Signal setiap harinya memiliki peningkatan, hampir melampaui 1 juta unduhan hingga bertengger sejajar dengan aplikasi WhatsApp.

Menurut firma riset aplikasi, Apptopia, terpantau sekitar 810 ribu pengguna smartphone dunia telah menginstal aplikasi tersebut pada Minggu (10/1). Hal ini melesat hampir 18 kali lipat dibandingkan unduhan pada 6 Januari lalu.


Melalui akun Twitternya, Signal memamerkan tingginya pengunduh di berbagai negara dan masuk dalam top chart Apple Store, hingga mengalahkan pesaingnya yaitu WhatsApp. Di antaranya India, Jerman, Perancis dan Swiss.

Tak hanya pamer soal jumlah unduhan yang sudah kalahkan WhatsApp, Signal juga memamerkan berbagai template yang bisa dipakai pengguna dari berbagai negara, termasuk Indonesia untuk dijadikan profile picture.

Peningkatan ini disebut dipicu persyaratan privasi terbaru WhatsApp yang memaksa penggunanya untuk membagikan data meliputi lokasi dan kontak telepon kepada bisnis unit Instagram dan perusahaan induk Facebook.

Para pengguna mempertanyakan langkah tersebut, meninjau rekam jejak Facebook dalam menangani data pengguna. Terkait polemik tersebut, banyak yang menyarankan untuk bermigrasi ke platform lainnya seperti Telegram dan Signal.

Untuk mengatasi jumlah pengguna baru, Signal akan menambahkan beberapa server untuk menangani trafik pengguna yang dinilai kian melonjak.

Hingga kini aplikasi non profit itu digunakan oleh para jurnalis dan aktivis hak asasi manusia yang mencari perlindungan privasi untuk melakukan komunikasi yang aman dan terenkripsi.

Melansir SCMP, kini WhatsApp mengalami 7 persen penurunan pemasang harian sejak Minggu (10/1). WhatsApp telah diunduh oleh hampir 1,2 juta pengguna.

Popularitas Signal juga meningkat akibat cuitan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Dia menyarankan orang-orang mulai menggunakan Signal dengan alasan privasi.

Aplikasi nonprofit ini juga tidak ada aktivitas mengumpulkan data penggunanya, karena Signal adalah organisasi nirlaba, bukan perusahaan nirlaba.

Signal didanai oleh hibah dan investor swasta, salah satunya dari mereka yang memiliki minat pribadi yang besar dalam membuat platform berorientasi privasi.

Signal didirikan oleh sekelompok kecil aktivis privasi pada 2013 dan berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2018 pendiri WhatsApp Brian Acton mendonasikan US$50 juta atau sekitar Rp708 miliar untuk membuat Signal Foundation, yang sekarang menjalankan Signal.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK