Pandemi Percepat Perubahan Cara Orang Berbelanja Online

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 09:40 WIB
Belanja tatap muka akan banyak dilakukan kembali oleh konsumen, tapi tak seperti biasa karena aktivitas belanja online terbukti bisa dilakukan selama Covid-19 Ilustrasi belanja online. (Foto: ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belanja online diklaim meningkat sepanjang 2020 di tengah pandemi Covid-19. Peningkatan tersebut hampir 20 persen dari tahun sebelumnya.

Melansir Cnet, hal itu disebabkan beberapa konsumen menghindari berbelanja tatap muka guna menghindari terpapar Covid-19.

"Akselerasi penjualan di digital bertahun-tahun telah dikompresi menjadi beberapa bulan," ujar CEO Mastercard Michael Miebach.


Belanja tatap muka diakui akan banyak dilakukan kembali oleh konsumen, namun tidak seperti biasanya karena aktivitas belanja online terbukti bisa dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

Dijelaskan Miebach belanja offline akan dilakukan untuk pembelian beberapa barang tertentu saja.

Selama pandemi Covid-19 dinilai menguntungkan konsumen karena semakin banyak item barang yang bisa ditemukan di platform online. Di satu sisi juga menguntungkan penyedia platform karena bisa memperkaya item barang di platform mereka.

Melansir Essentialretail, Covid 19 memiliki dampak panjang pada kebiasaan belanja konsumen. Hal ini membuat peralihan yang cepat, dari sektor ritel ke belanja online.

Sebuah studi menunjukkan, pembelian secara online tumbuh 25 hingga 80 persen sejak virus SARS-CoV-2 merebak.

Survei konsumen di tiga pasar ritel online terbesar Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, menunjukkan bahwa penjual eceran memiliki peluang untuk bangkit dengan beralih ke bisnis model e-commerce setelah pandemi berakhir.

Studi tersebut juga menemukan bahwa 80 persen konsumen berniat untuk kembali berbelanja online untuk produk-produk yang "tidak penting" di akhir tahun.

AP memberitakan, pandemi Covid-19 mempercepat perubahan cara orang dalam berbelanja dengan memanfaatkan teknologi.

Pertumbuhan penjualan di e-commerce diprediksi akan berlangsung lama, walaupun virus corona sirna. Namun hal yang lebih penting adalah penjualan online kemungkinan akan mengambil porsi penjualan ritel.

Penjualan e-niaga diperkirakan mencapai lebih dari 15 persen dari semua penjualan ritel pada kuartal keempat 2020. Pangsa pasar tersebut kemungkinan akan mencapai hampir 17 persen pada akhir tahun ini.

Platform penjualan online Amazon, sudah memiliki kenaikan di kuartal tiga tahun lalu, dengan kenaikan 37 persen dan mencapai 38 persen di kuartal keempat.

CEO Walmart C. Douglas McMillon mengatakan tren peningkatan ini terbilang cepat karena adanya virus Covid-19.

"Dengan merebaknya COVID-19, dunia ritel bergerak maju cepat, dan memicu kami untuk beradaptasi dengan cepat," tutup McMillon.

(mik/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK