Tingkat Kematian Akibat Virus Nipah 100 Persen di India

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 07:14 WIB
Virus nipah yang diduga berasal dari Malaysia antara 1998-1999 telah membuat kekhawatiran dunia. Ilustrasi virus nipah. (Foto: iStockphoto/Manjurul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika dunia tengah fokus pada pandemi Covid-19, para ahli berusaha untuk menekan virus nipah (NiV) agar tak menjadi pandemi berikutnya. Sebab belum ada vaksin dan obatnya, sementara tingkat kematian akibat virus nipah cukup tinggi.

Virus nipah yang diduga berasal dari Malaysia antara 1998-1999 telah membuat kekhawatiran, sebab telah menyebar ke sejumlah negara seperti Singapura, Bangladesh dan India.

Dalam catatan WHO, pada 1998 di Malaysia ada 265 kasus dan sebanyak 105 pasien dinyatakan meninggal dunia atau 40 persen kasus kematian, mengutip jurnal yang diterbitkan WHO dengan judul "Nipah Virus Infection" Selasa (26/1).


Pada Februari 2001, di Siliguri, India ada 66 kasus dan 45 orang dinyatakan meninggal atau 68 persen kematian.

Kemudian pada Januari-Maret 2005 terdapat kematian hingga 92 persen di Tangail, Bangladesh. Sebanyak 11 dari 12 pasien meninggal disebut akibat terpapar virus nipah.

Pada April 2007, saat itu kasus menyebar di Nadia, India menimbulkan 5 kasus dan 5 pasien terinfeksi virus nipah itu diumumkan meninggal dunia atau 100 persen kematian.

Sepanjang penyebaran virus Nipah di dunia sejak 1998 hingga 2008, WHO mencatat ada 477 kasus dan 248 orang meninggal. Jika diakumulatifkan sebesar 52 persen kematian.

Sebelumnya, Epidemiolog Universitas Griffith Dicky Budiman mengatakan potensi kematian yang tinggi pada virus Nipah hingga 75 persen.

"Angka kematiannya bisa sampai 75 persen. yang membuat dia juga bisa menjadi pandemi lalu dia mudah dan cepat menular," ujarnya kepada CNNIndonesia, Selasa (26/1).

"Itu berarti tiga dari empat orang yang tertular bisa meninggal, itu tinggi sekali," tambahnya.

Sehingga jika menular di satu populasi, virus ini bisa menghabiskan tiga perempat populasi itu. Hal inilah yang menurut Dicky menjadi penyebab virus ini ada di daftar teratas virus yang diwaspadai menjadi pandemi berikutnya.

Menurutnya, virus nipah merupakan patogen baru sehingga manusia belum memiliki kekebalan atas virus ini.

Infeksi virus Nipah adalah penyakit zoonosis yang ditularkan ke manusia dari hewan, dan juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung dari orang ke orang.

"Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan seperti babi, yang bisa mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak," demikian keterangan WHO.

Meskipun virus Nipah hanya menyebabkan beberapa wabah yang diketahui di Asia, virus ini cukup mengancam karena menginfeksi berbagai macam hewan dan menyebabkan penyakit parah hingga kematian pada manusia.

(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK