Putus Sekolah, Pria Kenya Buat Lengan Robot Bantu Disabilitas

CNN Indonesia | Senin, 08/02/2021 06:47 WIB
Lengan robotik itu bisa menggunakan sinyal otak untuk memudahkan orang yang kehilangan anggota tubuhnya menjalani aktivitas. Ilustrasi robotik. (Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua orang pria Kenya dilaporkan berhasil membuat lengan robotik yang bekerja dengan menggunakan sinyal otak. Lengan itu dinilai bisa memudahkan orang yang kehilangan anggota tubuhnya untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Lengan bio-robotik yang terlihat seperti di film-film itu diciptakan oleh David Gathu dan Moses Kinua. Keduanya diketahui adalah anak putus sekolah.

Melansir techrafiki, latar belakang sebagai orang yang putus sekolah tidak menyurutkan semangat Gathu dan Kinua untuk mewujudkan hasrat mereka dalam menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.


Keduanya secara otodidak mempelajari cara membuat robot untuk tujuan mendukung penyandang disabilitas.

Gathu dan Kinua diketahui memanfaatkan headset receiver mengubah sinyal otak pengguna menjadi arus listrik. Kemudian, arus listrik itu dikirim ke sirkuit robot yang memberikan mobilitas pada lengan.

Hal yang menarik lain, penemuan itu menggunakan berbagai macam komponen termasuk kayu daur ulang yang dapat bergerak secara horizontal dan vertikal. Namun, kedua pria itu belum dapat memproduksi secara massal karena dana yang tidak mencukupi.

Pakar kesehatan setempat menandai kreasi itu sebagai karya revolusioner untuk Kenya karena lengan palsu jarang ditemukan di negara tersebut. Dengan kreasi seperti itu pula, investasi untuk penelitian dan produksi lebih lanjut dapat sangat membantu dalam meringankan kehidupan orang-orang disabilitas.

Melansir eyegambia, inisiatif kedua inovator untuk menciptakan lengan robotik muncul setelah mengetahui bahwa ada hampir satu juta orang yang hidup tanpa anggota tubuh bagian atas atau bawah. Keduanya pun lantas bertanya-tanya bagaimana cara membantu mereka agar beraktivitas layaknya orang normal setiap hari.

Keduanya mengungkapkan tidak memiliki kapasitas untuk memproduksi lengan robotik dengan bahan berkualitas tinggi. Saat ini, mereka memproduksi lengan robotik dari bagian-bagian komputer bekas.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK