Vaksin Sinovac Diklaim Aman untuk Lansia, Cek Efek Sampingnya

CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 19:00 WIB
Sinovac mengklaim berdasarkan hasil uji I dan II, vaksin Covid-19 buatannya aman terhadap lansia. Ilustrasi vaksin lansia. (AP/Emilio Morenatti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen vaksin Covid-19 asal China Sinovac mengklaim bahwa vaksin buatannya CoronaVac aman untuk orang tua di atas 60 tahun atau lanjut usia (lansia). Klaim itu dipublikasikan Sinovac usai merilis data uji klinis tahap I dan tahap II pada orang dewasa sehat berusia 60 tahun ke atas di jurnal medis The Lancet.

Dalam laporan The Lancet tertulis bahwa uji klinis I dan II yang sudah dimulai sejak 22 Mei hingga 15 Juni 2020 itu melibatkan 422 orang tua berusia 60 tahun ke atas. Hasilnya uji yang dilakukan di Renqiu, Hebei, China Utara itu menyatakan bahwa vaksin aman dan stabil pada orang dewasa dan lebih tua.

Melansir Global Times, kemanjuran vaksin memang ditemukan berkurang pada orang dewasa yang lebih tua karena sistem kekebalan mereka yang gagal. Namun, vaksin Sinovac diklaim dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh dan imunogenik pada orang dewasa sehat berusia 60 tahun ke atas.


Selain itu, respons antibodi terhadap Covid-19 yang jenis baru pada lansia juga diklaim tidak berkurang.

Efek Samping Vaksin Sinovac pada Lansia

Dalam laporan The Lancet, sebanyak 72 peserta dengan usia rata-rata 65,8 tahun terdaftar dalam uji klinis tahap I. Sedang pada uji klinis tahap II, Sinovac merekrut 350 peserta dengan usia rata-rata 66,6 tahun.

Adapun efek samping yang muncul adalah ringan atau sedang. Yang paling sering adalah nyeri di tempat suntikan yang terjadi pada 39 peserta dan demam yang dialami 14 orang.

Sebagian besar reaksi itu terjadi dalam tujuh hari setelah vaksinasi, dan peserta pulih dalam waktu 48 jam.

Presiden Asosiasi Industri Vaksin China, Feng Duojia mengatakan data uji klinis fase III dan persetujuan dari otoritas dibutuhkan, sebelum vaksinasi produksi Sinovac terhadap lansia dilakukan.

Menurut Feng, Sinopharm kemungkinan akan mengumumkan data uji klinis tahap III lebih awal dari Sinovac, karena lebih dulu memperoleh persetujuan pasar bersyarat.

Feng mengatakan, kedua perusahaan farmasi tersebut kemungkinan akan mengumumkan data uji klinis fase III terhadap kelompok lansia dan anak-anak di sekitar Tahun Baru Imlek 12 Februari 2020.

Para ilmuwan juga mendesak agar vaksinasi untuk lansia dilakukan lebih waspada. Para peneliti itu meminta agar kasus kemarian di Norwegia pada pertengahan Januari setelah disuntikkan vaksin Covid-19 menjadi pelajaran.

Sinovac sendiri sudah dipakai di empat negara yakni Turki, Brasil, China dan Indonesia.

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK