EDUKASI & FITUR

Mengenal Empat Generasi Isuzu Panther yang Kini Disuntik Mati

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 17:37 WIB
Isuzu Panther mengucapkan selamat tinggal kepada para pengguna setianya usai tidak lagi diproduksi di Indonesia. Isuzu Panther. (Dok. Isuzu Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Isuzu Panther mengucapkan 'selamat tinggal' kepada para pengguna setianya usai tidak lagi diproduksi di Indonesia. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari strategi perusahaan yang ingin fokus pada kendaraan komersial.

Sebelum keputusan diumumkan, isu mengenai Panther yang akan 'disuntik mati' sebelumnya sudah santer berhembus sejak dua tahun lalu. Bahkan mobil ini pernah disebut sudah tak lagi diproduksi sejak Maret 2020, namun kala itu alasan perusahaan efek pandemi Covid-19.

Tapi sebelumnya sempat diketahui bila mobil tersebut tak akan dilanjutkan sebab perusahaan enggan mengganti mesin guna menyesuaikan regulasi gas buang Euro 4 mesin diesel yang akan berlaku tahun ini.

Namun sejak kabar beredar, Isuzu belum memberikan keterangan terkait nasib Panther ke depan. Baru pada Desember 2020, perusahaan memberi sinyal terkait hal tersebut dengan mulai menghapus merek Panther dari situs resmi. Hanya saja perusahaan tetap belum membuat keputusan mengenai kelanjutan Panther saat itu.

Tapi terlepas dari itu Panther merupakan salah satu mobil legendaris Indonesia yang sudah eksis setidaknya selama 30 tahun. Mengaspal sejak 1991, mobil yang dikenal sebagai 'rajanya diesel' ini sudah terjual 433.117 unit dari berbagai generasi termasuk versi pikap. Berikut rekam jejak Panther di Indonesia:


Generasi pertama

Diawali dengan produk pertama pada 1991, Panther seri ini menggendong mesin c233 4 silinder yang berkapasitas 2.238 cc OHV (Over Head Valve) dengan indirect injection. Mesin ini dapat menyemburkan tenaga maksimum sebesar 60 hp pada 4300 rpm.

Saat itu Panther mengeluarkan enam varian, antaranya Grand Deluxe, Deluxe (Total Assy), Panther Hi - Grade, Bravo, Miyabi, dan Standart.

Generasi Kedua

Isuzu kemudian melanjutkan dengan generasi kedua pada pertengahan 1996. Pada generasi kedua ini, terdapat beberapa perbedaan dengan generasi sebelumnya, salah satunya spesifikasi mesin.

Panther generasi kedua ini menggunakan mesin berkapasitas 2.500 cc OHV direct injection. Mesin ini dapat menyemburkan tenaga maksimal sebesar 86 hp di 3.900 rpm. Setelah itu, bagian eksteriornya juga berbeda, tetapi masih mempertahankan ciri khas Panther dengan lampu depan yang lebar.

Ada delapan varian yang ditawarkan pada generasi ini. Sebagian besar nama varian hampir sama, yakni Grand Royal, New Royal, Royal, Hi - Grade, New Hi - Grade, Hi - Sporty, Deluxe, dan Standart.

Generasi Ketiga

Panther kembali meluncurkan generasi ketiganya pada tahun 2000. Mesin yang digunakan tidak jauh berbeda, tetapi Panther telah menyediakan produk dengan tansmisi otomatis dan mesin turbo diesel pada generasi ini.

Saat itu Isuzu menawarkan varian baru, yaitu Panther Grand Touring, Touring, SS, SV, LV, LM, dan SM.

Generasi Keempat

Generasi ke-empat kemudian lahir, namun dinilai tak banyak berubah dari sebelumnya. Perubahan yang terlihat dari generasi yang diluncurkan pada 2005 ini adalah dari grill, desain lampu, dan juga interior.

Kemudian mesin tidak banyak ubahan, hanya saja beberapa varian di generasi keempat sudah dibekali dengan turbo berstandar EURO. Varian yang tersedia pada generasi ini LS Turbo, LS Hi - Grade, Grand Touring, Touring, Adventure, LV, LV FF, Smart, dan Smart FF.

Sejak saat itu pengguna Isuzu Panther hanya dijejali facelift pada 2009 dan 2013, hingga akhirnya stop produksi. Ubahan saat itu juga tak banyak, seperti desain speedometer, rear tow hook, pintu belakang, dan model ban serep, mengutip situs Seva.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK