Pakar Endus Kejanggalan Situs Aisha Weddings

CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 17:58 WIB
Pakar mencurigai isu poligami dan nikah muda dari situs Aisha Weddings sengaja dibuat untuk memancing reaksi publik. Ilustrasi situs Aisha Weddings viral di media sosial. (AFP PHOTO / MOHAMMED ABED)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar IT dari Drone Emprit dan Media Karnelis Indonesia, Ismail Fahmi mencium kejanggalan di balik situs Aisha Weddings yang viral. Ia menilai penyedia jasa pernikahan Aisha Weddings yang mempromosikan poligami dan nikah muda tidak jelas secara online atau offline.

"Situs online-nya juga baru diisi kontennya pada 9 Feb (berusia 1 hari), dan sebelumnya terakhir diupdate 2018, itu pun redirect ke situs lain," kata Ismail melalui akun Twitternya, Rabu (10/2).

Ia membeberkan bahwa situs aishaweddings.com dahulu bernama aishaevents.com, sebuah situs yang telah muncul pada tahun 2018 lalu. Situs ini kemudian mengunggah konten baru pada tanggal 9 dan 10 Februari 2021.


Menurutnya, konten yang ada di situs aishaweddings.com belum lengkap dan cenderung provokatif. Dia melihat baru beberapa halaman situs yang terisi, salah satunya tentang keyakinan poligami untuk anak muda.

"Sepertinya web ini baru dibuat, tapi keburu ketahuan," katanya.

Lebih lanjut ismail menilai situs tersebut terlalu dini membuat peluncuran. Hal itu terlihat dari sebaran spanduk di beberapa lokasi. Padahal situs itu belum lengkap.

"Saran: Web dilengkapi dulu, yang profesional. Baru spanduk disebar, biar lebih meyakinkan," kicau Ismail.

Menurut Ismail, perbincangan mengenai Aisha Weddings muncul pertama kali di Facebook, lalu diikuti oleh pengguna Twitter. Banyak netizen yang menilai Aisha Weddings benar-benar ada dan menuding penggunaan agama untuk kepentingan tertentu.

Ismail juga berpendapat bahwa disinformasi yang meresahkan itu serius dibuat. Hal itu terlihat dari spanduk yang disebar di beberapa titik. Selain itu, banyak pihak sudah menyatakan keberatan atas iklan nikah muda, poligami dan penyimpangan pemahaman agama yang dibuat oleh akun tidak jelas ini.

"Jika tujuannya untuk membangun keresahan, misi ini cukup berhasil, karena narasinya berhasil menarik komentar dari berbagai organisasi besar, dan juga diliput media mainstream dan TV," ujarnya.

Netizen Ingat Isu Viral Klepon Tidak Islami

Kasus Aisha Weddings mengingatkan warganet pada polemik Klepon tidak Islami yang sebelumnya sempat viral di dunia maya. Netizen menyebut Aisha Weddings yang viral juga hanya dijadikan sebagai pengalihan isu.

Ismail mengatakan disinformasi atau hoax Aisha Weddings yang dibuat secara serius itu meresahkan masyarakat. Ismail meminta kehebohan publik ini tidak perlu dilanjutkan karena tidak jelas tujuannya dan bukan untuk promosi Wedding profesional.

Sedangkan mereka yang curiga, Ismail membeberkan kebanyakan mencari klarifikasi atau menuding kelompok lawannya yang membuat dan menggoreng isu tersebut.

Ismail mengenang kasus Klepon Tidak Islami tahun 2020 lalu menandakan residu pemilihan presiden 2019 terlihat masih sangat kuat. Ada kelompok yang menuding tanpa bukti bahwa isu itu dibuat oleh kelompok 'kadrun'. 

Flayer Klepon Tidak Islami yang menyentuh dan mengangkat isu-isu sensitif dan khas dari salah satu kelompok, menurut Ismail menjadi bahan bakar yang sangat murah untuk memanaskan polarisasi kedua klaster residu pilpres 2019. Hingga saat ini tidak diketahui siapa pembuat Klepon Tidak Islami itu.

Kini kasus Aisha Wedding telah masuk ke jalur hukum. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut bakal menyelidiki kasus viralnya situs penyedia jasa pernikahan muda tersebut dari laporan yang dibuat oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK