Ahli Respons Potensi PLTN Fukushima Jepang Bocor Usai Gempa

CNN Indonesia | Minggu, 14/02/2021 14:37 WIB
BATAN buka suara soal kemungkinan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima bocor akibat gempa bumi Jepang. Ilustrasi PLTN Fukushima Jepang. (AFP PHOTO / FRANCOIS NASCIMBENI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi Kepala BATAN bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN) Suryantoro mengatakan kecil kemungkinan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima bocor akibat gempa bumi magnitudo 7,3 yang mengguncang Jepang.

Suryantoro menjelaskan, kemungkinan terjadinya kebocoran amat minim sebab tiga PLTN di Fukushima yakni, Daiichi, Daini, dan Onagawa, berada dalam keadaan tidak beroperasi atau shutdown.

"Jadi artinya ada 3 PLTN, Daiichi yang sudah di decommission, Daini di shutdown, dan Onagawa, nah ini semuanya aman, tidak ada kerusakan," kata Suryantoro saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (14/2).

Pernyataan tersebut juga didukung oleh laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir Jepang (NRA) yang melaporkan tak ada kerusakan di tiga PLTN Fukushima, yakni Daiichi, Daini, dan Onagawa.

"Artinya kemungkinan dari laporan baik itu IAEA dan juga Badan Pengawas Tenaga Nuklir Jepang, juga menyampaikan hal sama, bahwa potensi kebocoran itu tidak ada. Jadi aman, PLTN di pantai timur kepulauan Jepang tersebut," ucapnya.

Gempa magnitudo 7,3 sebelumnya mengguncang Fukushima, Jepang, pada Sabtu (13/2). Gempa ini melanda hanya beberapa minggu sebelum peringatan 10 tahun gempa pada 2011. Saat itu, gempa juga menyebabkan krisis nuklir di pembangkit fasilitas Daiichi.


PLTN Daiichi sendiri saat ini sedang dalam keadaan nonaktif (decommission) pasca kebocoran pada 2011 lalu. Namun setelah terjadinya gempa pada Sabtu kemarin, keamanan akan kebocoran nuklir di PLTN Fukushima dikhawatirkan akan terulang.

IAEA sebelumnya telah mengeluarkan Action Plan Fukushima untuk penguatan keselamatan nuklir. Dalam halaman IAEA, disebut ada 12 kategori keselamatan yang mesti dipenuhi.

Meliputi kesiapsiagaan dan tanggap darurat, badan pengatur nasional; organisasi pengoperasi; Standar Keselamatan IAEA; kerangka hukum internasional; Negara Anggota yang berencana untuk memulai program tenaga nuklir; pengembangan kapasitas; perlindungan manusia dan lingkungan dari radiasi pengion; komunikasi dan penyebaran informasi; dan penelitian dan pengembangan.

Suryantoro sendiri menyebut action plan tetap berjalan. Sementara kejadian alam berupa gempa bumi bisa menjadi masukan dan bagian evaluasi dalam Action Plan Fukushima tersebut.

"Action plan saya kira tetap dijalankan karena bertujuan untuk meningkatkan keselamatan PLTN, dengan adanya kejadian alam, gempa 7,3 tentunya akan merupakan bagian dari masukan untuk evaluasi action plan tersebut," tuturnya.

(mel/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK