7 Varian Corona Baru Ditemukan di AS

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 10:46 WIB
Penelitian soal tujuh varian SARS-CoV-2 asal Amerika Serikat telah dipublikasi namun belum peer reviewed. Penampakan virus corona yang asli. (Arsip Nanographics)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penelitian terkini menemukan tujuh varian virus corona (SARS-CoV-2) baru asal Amerika Serikat (AS). 

Penelitian itu dipublikasi pada Minggu (13/2) di situs khusus studi ilmiah medRxiv namun hingga sekarang belum mendapat tinjauan rekan sejawat (peer reviewed).

Dalam penelitian itu para ilmuwan melaporkan tujuh turunan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang muncul di berbagai negara bagian. Semua mutasi dikatakan punya huruf genetik yang sama.


Serupa dengan mutasi virus yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan, para ahli khawatir mutasi corona di AS ini juga mengarah pada sifat serupa, menjadi lebih menular. Kecurigaan ini muncul karena mutasi mempengaruhi cara kerja virus menginfeksi sel manusia.

Namun, hal itu masih sekedar dugaan. Sebab, belum ada bukti pasti apakah ketujuh varian ini lebih menular atau berbahaya. 

"Tentu ada sesuatu yang terjadi dengan mutasi ini," kata Jeremy Kamil, ahli virologi di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Louisiana Shreveport dikutip dari New York Times, (14/2).

Para ahli berasumsi terjadi evolusi konvergen pada virus corona.

Kamil menemukan beberapa varian baru saat dia mengurutkan sampel dari tes virus corona di Louisiana. Pada akhir Januari, dia mengamati mutasi asing di sejumlah sampel.

Mutasi itu mengubah protein di permukaan virus corona yang dikenal sebagai protein spike terdiri dari lebih dari 1.200 bangunan molekul asam amino. Semua virus corona yang diteliti Kamil bermutasi dengan mengubah asam amino ke-677.

Mutasi itu terus diteliti sampai ditemukan semuanya berasal dari keturunan yang sama. Salah satu mutasi awal tercatat pada 1 Desember, lalu beberapa pekan kemudian berkembang umum.

Pada malam penemuannya, Kamil mengunggah genom virus ke database online yang digunakan oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Pada pagi harinya dia menerima email Daryl Domman dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas New Mexico, yang mengatakan dia dan rekan-rekannya telah mendeteksi varian yang sama melibatkan mutasi asam amino ke-677.

Sampel Domman disebut ada yang berasal dari Oktober.

Para ilmuwan kemudian tahu apakah garis keturunan virus yang mereka temukan satu-satunya dengan mutasi ke-677. Kamil dan rekannya lantas menemukan enam keturunan lainnya yang secara mandiri memperoleh mutasi yang sama.

Spectrumnews1.commenjelaskan penulis laporan studi 7 varian baru ini menamakan setiap varian dengan nama burung, seperti Robin 1, Robin 2, Pelican, dan Mockingbird.

Para peneliti menyadari evolusi paralel mengindikasikan virus beradaptasi dalam cara yang membuatnya lebih diuntungkan untuk penyebaran. Mereka mengatakan mengawasi mutasi dapat memberi pemahaman lebih lanjut mengapa virus ini berevolusi seperti itu.

Sejauh ini masih sulit mengetahui prevalensi varian virus baru yang terdeteksi ini lantaran AS mengurutkan genom dari sampel Covid-19 yang tidak sampai 1 persen. Para ilmuwan menjelaskan bisa jadi lebih banyak varian ditemukan di AS atau di negara lain di mana virus menyebar dengan cepat.

(can/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK