Bill Gates Usul Makan Sapi Sintetis, Kenali Cara Buatnya

CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 14:22 WIB
Pendiri Microsoft Bill Gates menyarankan negara-negara kaya untuk mengkonsumsi daging sapi sintetis karena bumi dalam kondisi bahaya. Bill Gates usul makan daging sapi sintetis. (AFP/NICHOLAS KAMM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Microsoft Bill Gates menyarankan negara-negara kaya untuk mengkonsumsi daging sapi sintetis. Dia menilai mengkonsumsi daging sapi sintetis untuk mengurangi pemanasan global.

Gates menuturkan sapi menjadi penyumbang gas metana terbesar yang dapat memberikan dampak buruk bagi atmosfer. Salah satu upaya menekan gas tersebut adalah mengurangi peternakan sapi dan memakan daging sapi sintetis.

Melansir Swarajyamag, daging sintetis adalah daging yang tumbuh di laboratorium atau daging hasil budidaya. Daging sintetis dibuat langsung dari sel di laboratorium.


Dalam hal struktur sel, daging yang dibudidayakan sama dengan daging konvensional. Jadi, ilmuwan membuat daging sintetis dengan menumbuhkan sel otot dalam serum nutrisi dan mendorongnya menjadi serat seperti otot.

Alasan mengapa disebut sintetis adalah karena masalah prosesnya. Daging konvensional diperoleh dengan cara menyembelih hewan yang sering kali melibatkan kekejaman, serta proses pembiakan pun demikian.

Selain itu, daging yang dibudidayakan di laboratorium lebih efisien, lebih sehat, lebih aman, dan menyediakan lebih banyak pilihan. Ketika daging diproduksi di laboratorium, para ilmuwan dapat meningkatkannya dengan lemak, vitamin atau vaksin yang lebih sehat.

Selain itu, daging tersebut dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan orang yang berbeda.

Rumah potong hewan tradisional dan pabrik pengepakan daging memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi oleh patogen seperti salmonella dan E. coli. Sedangkan daging yang dibudidayakan, dibuat di fasilitas yang bersih dan membuat risiko itu berkurang secara signifikan.

Daging yang dibudidayakan juga tidak memerlukan antibiotik, tidak seperti hewan yang dibesarkan untuk diambil dagingnya. Sehingga bisa mengurangi ancaman terhadap kesehatan masyarakat atas resistensi antibiotik.

Melansir Cultured Beef, daging sapi yang dibudidayakan dibuat dengan memanen sel otot dari sapi hidup. Para ilmuwan kemudian memberi makan dan memelihara sel sehingga mereka berkembang biak untuk membuat jaringan otot, yang merupakan komponen utama dari daging yang kita makan.

Secara biologis daging sapi yang dibudidayakan sama persis dengan jaringan daging yang berasal dari sapi.

Sel yang berkembang biak akan tumbuh menjadi untaian. 20.000 sel daging sapi yang dibudidayakan jika digabungkan dapat untuk membuat satu hamburger berukuran normal.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK