Mengenal Vaksin Covid-19 China Anhui, Sedang Diuji Unpad

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 14:06 WIB
Mengenal vaksin Covid-19 Anhui asal China yang saat ini sedang diuji tahap III oleh Unpad. Ilustrasi vaksin corona. Vaksin corona jenis protein subunit atau rekombinan dari perusahaan China Anhui sedang diuji coba fase III oleh Unpad, di Bandung. (AFP/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) dilaporkan akan menggelar uji klinis fase III vaksin Covid-19 yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co. Ltd. Uji klinis dijadwalkan akan dimulai pada Maret 2021.

Vaksin buatan Anhui bernama ZF2001. Vaksin itu dikembangkan bersama oleh Institut Mikrobiologi, bagian dari Akademi Ilmu Pengetahuan China. Vaksin ini termasuk dalam kategori vaksin adjuvanted recombinant protein subunit (RBD-Dimer).

Anhui adalah produsen vaksin Covid-19 asal China seperti Sinovac. Produk yang sudah dihasilkan Anhui yaitu vaksin meningitis yang telah dipakai jamaah haji dan umroh di Indonesia.


Beda vaksin Anhui, Sinovac, dan mRNA

Vaksin Anhui berbeda dengan vaksin buatan Sinovac, yang juga berasal dari China. Vaksin buatan Anhui adalah jenis vaksin rekombinan atau sub unit protein.

Dengan metode itu, platform vaksin diambil dari spike glikoprotein (protein paku yang mengelilingi bodi virus corona) atau bagian kecil virus yang akan memicu kekebalan tubuh saat disuntikkan ke tubuh manusia.

Sedangkan vaksin Sinovac diketahui dibuat dari virus yang dimatikan.

Vaksin rekombinan/ protein subunit ini juga berbeda dari vaksin mRNA. Vaksin subunit mengambil bagian protein virus. Sementara, vaksin mRNA mengambil bagian genetik virus (messenger RNA) yang menjadi sumber kode untuk protein virus, seperti mengutip laman WHO

Dalam laman Komisi Kesehatan China, vaksin subunit protein menggunakan potongan-potongan komponen protein patogen untuk memicu respons imun.

Vaksin berbasis protein ini serupa dengan vaksin yang dikembangkan Novavax dan Eijkman di Indonesia.

Keunggulan dan kelemahan vaksin subunit

Vaksin subunit protein memiliki keunggulan berbeda dibandingkan vaksin hidup yang dilemahkan dan inaktif. Vakisn kategori itu dapat menyebabkan respons imun humoral dan seluler. Selain itu, vaksin subunit tak perlu memproses patogen hidup untuk produksi vaksin.

Namun, kelemahan vaksin subunit dinilai akan lebih mahal dan memerlukan bahan pembantu khusus untuk meningkatkan respon imun.

Uji coba tahap III

Melansir MedRxiv, ZF2001 merupakan vaksin subunit protein yang telah maju ke uji coba fase 3. ZF2001 menargetkan domain pengikat reseptor protein (RBD) SARS-CoV-2 S. 

RBD diketahui bertanggung jawab atas keterlibatan reseptor seluler human angiotensin converting enzyme 2 (hACE2) dan merupakan target vaksin yang menarik untuk menginduksi respons imun yang berfokus pada pemblokiran pengikatan reseptor.

ZF2001 diformulasikan oleh protein dimer RBD yang diproduksi dalam sel ovarium hamster Cina (CHO) yang dilengkapi dengan aluminium hidroksida.

Vaksin ZF2001 mengkodekan Antigen RBD SARS-CoV-2 (residu 319-537) dalam bentuk dimer dan diproduksi sebagai formulasi cair yang mengandung 25 μg atau 50 μg per 0,5 mL dalam botol, serta aluminium hidroksida sebagai bahan pembantu. Vaksin itu bisa disimpan pada suhu 2 derajat Celsius hingga 8 derajat Celsius sebelum digunakan.

Selain di China, ZF2001 juga menjalani uji klinis fase 3 di Malaysia, Uzbekistan, Ekuador, Pakistan, dan Indonesia.

(jps/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK