Napak Tilas Datsun 120, Pengusik Toyota Corolla pada Eranya
CNN Indonesia
Jumat, 05 Mar 2021 18:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mobil sedan Datsun 120 Y. (Sicnag via Wikimedia Commons (CC-BY-2.0))
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak banyak orang tahu bila Datsunjuga menjadi salah satu pemain mobil sedan di Indonesia. Merek Jepang ini bukan cuma sekadar produsen mobil harga terjangkau ramah lingkungan (Low Cost Green Car/ LCGC), namun sempat menghadirkan sejumlah sedan lawas yang masih eksis sampai sekarang.
Salah satu sedan lawas, Datsun 120 Y sempat jadi 'raja jalanan' puluhan tahun silam sebab diakui tangguh oleh penggunanya.
Sulaiman yang menjadi satu pengguna dan dedengkot Datsun lawas di Indonesia mengatakan 120 Y mulai hadir di Indonesia sejak tahun 1975. Mobil tersebut dibekali mesin 1200 cc bensin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi 120 Y itu punya dua versi, yaitu 210 dan 310," kata Sulaiman saat dihubungi, pada Jumat (5/3).
Kata Sulaiman, masing-masing versi pada 120 Y hanya memiliki perbedaan pada bagian bodi. Sedangkan mesin dan lainnya serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau 310 itu dia tampangnya lebih kotak, kalau kata orang seperti mobil reli, sementara 210 yang biasa. Jadi mesinnya sama, tapi bentuk bodi beda. Ini mobil kuat," ungkap Sulaiman.
Ketenaran Datsun sebagai merek Jepang di Indonesia sudah dimulai sejak 1970an pasca mobil-mobil Amerika Serikat mulai surut dan berangsur hilang. Datsun lalu menampakkan diri bersama sejumlah merek Jepang lain seperti Toyota, Mazda, Mitsubishi, Suzuki, Subaru, Honda, dan Nissan sebagai partner bisnisnya.
Kehadiran merek Jepang lain tak pelak menjadi masa persaingan di antara Datsun 120 Y dengan sedan lawas lainnya kala itu. Sulaiman mengatakan pada masanya, 120 merupakan kompetitor utama dari sedan andalan Toyota, yakni Corolla dan Mazda 808.
"Tapi menurut saya saat itu 120 tetap tidak ketinggalan, tetap masyarakat banyak yang pilih Datsun ini," ungkap Sulaiman.
Menurut Sulaiman, dahulu atau saat ini setiap orang pasti punya alasan berbeda kenapa akhirnya mereka memilih 120 sebagai kendaraannya. Namun ada satu alasan serupa yang selalu dilontarkan pemilik mobil lawas Datsun, yakni merasa mesin Datsun 120 lebih baik ketimbang mobil lain meski berada satu kelas.
"Jadi dalam mesin standar, misal antara Toyota dan Mitsubishi buat mobil satu kelas. Itu power mesinnya lebih besar, meski 120 cuma 1200 cc yang lain ada 1300 bahkan 1500 cc," ungkap dia.
Sulaiman sendiri sudah malang melintang pada dunia mobil lawas Datsun sejak 1982. Selain itu ia juga kini memiliki bengkel yang biasa mengerjakan perbaikan mobil lawas, termasuk Datsun bernama Seroja Motor.
Selain digemari sebagai kebutuhan pribadi, menurut Sulaiman Datsun 120 juga banyak digunakan sebagai armada taksi di Jakarta. Perusahaan taksi yang menggunakan mobil ini yakni President Taxi.
"Tadinya kan Datsun 510, terus ganti jadi 120. Karena ya mungkin salah satunya ini mobil kan irit," kata Sulaiman.
Menurut Sulaiman mobil ini juga banyak digunakan sebagai kendaraan pada instansi pemerintahan sebagai mobil dinas. Namun Sulaiman tak ingat Kementerian apa yang sempat menggunakan jasa 120.
"Banyak kok dulunya jadi mobil di pemerintahan gitu," ucap dia.
Bagi Sulaiman meski nama Datsun sudah mulai hilang, tapi tidak bagi jumlah penggunanya mobil lawasnya. Pengguna terus tumbuh untuk semua mobil lawas Datsun, termasuk 120 Y.
"Bagi saya terus tumbuh aja pengguna Datsun itu. Maksudnya bukan itu-itu saja orangnya, tapi ada saja orang baru yang mulai gunakan mobil lawas Datsun," ungkap dia.
Ia menambahkan jika dahulu orang memilih Datsun 120 karena bandel dan irit. Sekarang bisa jadi karena perawatan mobil ini terjangkau dan suku cadangnya masih melimpah dijual orang.
Ia juga mengatakan harga 120 saat ini bisa dikatakan terjangkau. Ia memberi contoh Datsun 120 dengan kondisi laik pakai, namun belum restorasi penuh, biasa orang jual Rp30 jutaan.
"Ya tergantung kondisi. Tapi kalau udah restorasi full pasti mahal karena kan semua dibikin baru. Tapi kalau untuk suku cadang sih aman, masih melimpah dipasaran gampang dicari," ungkapnya.
Tak banyak orang tahu bila Datsunjuga menjadi salah satu pemain mobil sedan di Indonesia. Merek Jepang ini bukan cuma sekadar produsen mobil harga terjangkau ramah lingkungan (Low Cost Green Car/ LCGC), namun sempat menghadirkan sejumlah sedan lawas yang masih eksis sampai sekarang.
Salah satu sedan lawas, Datsun 120 Y sempat jadi 'raja jalanan' puluhan tahun silam sebab diakui tangguh oleh penggunanya.
Sulaiman yang menjadi satu pengguna dan dedengkot Datsun lawas di Indonesia mengatakan 120 Y mulai hadir di Indonesia sejak tahun 1975. Mobil tersebut dibekali mesin 1200 cc bensin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi 120 Y itu punya dua versi, yaitu 210 dan 310," kata Sulaiman saat dihubungi, pada Jumat (5/3).
Kata Sulaiman, masing-masing versi pada 120 Y hanya memiliki perbedaan pada bagian bodi. Sedangkan mesin dan lainnya serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau 310 itu dia tampangnya lebih kotak, kalau kata orang seperti mobil reli, sementara 210 yang biasa. Jadi mesinnya sama, tapi bentuk bodi beda. Ini mobil kuat," ungkap Sulaiman.
Ketenaran Datsun sebagai merek Jepang di Indonesia sudah dimulai sejak 1970an pasca mobil-mobil Amerika Serikat mulai surut dan berangsur hilang. Datsun lalu menampakkan diri bersama sejumlah merek Jepang lain seperti Toyota, Mazda, Mitsubishi, Suzuki, Subaru, Honda, dan Nissan sebagai partner bisnisnya.
Kehadiran merek Jepang lain tak pelak menjadi masa persaingan di antara Datsun 120 Y dengan sedan lawas lainnya kala itu. Sulaiman mengatakan pada masanya, 120 merupakan kompetitor utama dari sedan andalan Toyota, yakni Corolla dan Mazda 808.
"Tapi menurut saya saat itu 120 tetap tidak ketinggalan, tetap masyarakat banyak yang pilih Datsun ini," ungkap Sulaiman.
Menurut Sulaiman, dahulu atau saat ini setiap orang pasti punya alasan berbeda kenapa akhirnya mereka memilih 120 sebagai kendaraannya. Namun ada satu alasan serupa yang selalu dilontarkan pemilik mobil lawas Datsun, yakni merasa mesin Datsun 120 lebih baik ketimbang mobil lain meski berada satu kelas.
"Jadi dalam mesin standar, misal antara Toyota dan Mitsubishi buat mobil satu kelas. Itu power mesinnya lebih besar, meski 120 cuma 1200 cc yang lain ada 1300 bahkan 1500 cc," ungkap dia.
Sulaiman sendiri sudah malang melintang pada dunia mobil lawas Datsun sejak 1982. Selain itu ia juga kini memiliki bengkel yang biasa mengerjakan perbaikan mobil lawas, termasuk Datsun bernama Seroja Motor.
Selain digemari sebagai kebutuhan pribadi, menurut Sulaiman Datsun 120 juga banyak digunakan sebagai armada taksi di Jakarta. Perusahaan taksi yang menggunakan mobil ini yakni President Taxi.
"Tadinya kan Datsun 510, terus ganti jadi 120. Karena ya mungkin salah satunya ini mobil kan irit," kata Sulaiman.
Menurut Sulaiman mobil ini juga banyak digunakan sebagai kendaraan pada instansi pemerintahan sebagai mobil dinas. Namun Sulaiman tak ingat Kementerian apa yang sempat menggunakan jasa 120.
"Banyak kok dulunya jadi mobil di pemerintahan gitu," ucap dia.
Bagi Sulaiman meski nama Datsun sudah mulai hilang, tapi tidak bagi jumlah penggunanya mobil lawasnya. Pengguna terus tumbuh untuk semua mobil lawas Datsun, termasuk 120 Y.
"Bagi saya terus tumbuh aja pengguna Datsun itu. Maksudnya bukan itu-itu saja orangnya, tapi ada saja orang baru yang mulai gunakan mobil lawas Datsun," ungkap dia.
Ia menambahkan jika dahulu orang memilih Datsun 120 karena bandel dan irit. Sekarang bisa jadi karena perawatan mobil ini terjangkau dan suku cadangnya masih melimpah dijual orang.
Ia juga mengatakan harga 120 saat ini bisa dikatakan terjangkau. Ia memberi contoh Datsun 120 dengan kondisi laik pakai, namun belum restorasi penuh, biasa orang jual Rp30 jutaan.
"Ya tergantung kondisi. Tapi kalau udah restorasi full pasti mahal karena kan semua dibikin baru. Tapi kalau untuk suku cadang sih aman, masih melimpah dipasaran gampang dicari," ungkapnya.