Jakarta, CNN Indonesia -- PT Dirgantara Indonesia (PT DI) melakukan ekspor satu unit pesawat terbang buatan dalam negeri yakni pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA). Pesawat itu diekspor ke Republik Senegal untuk selanjutnya digunakan Senegal Air Force.
Melalui keterangan tertulis, PTDI mengatakan Pesawat CN235-220 MPA dengan serial number N69 tersebut telah melaksanakan Flight Acceptance dan tim Senegal Air Force sebanyak 11 orang telah menuntaskan seluruh rangkaian pelaksanaan Flight Training dan Customer Training pada 10 Maret 2021 lalu.
Pesawat udara CN235-220 MPA ini memiliki beberapa keunggulan, yakni dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama delapan jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft juga dilengkapi dengan Tactical Console (TACCO), 360 degree Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal, sehingga dapat diperoleh posisi objek yang mencurigakan.
Pesawat udara CN235-220 MPA ini dilengkapi pula dengan Forward Looking Infra Red (FLIR) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target, serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi, baik dalam kondisi siang maupun malam hari.
Lebih lanjut, pesawat ini merupakan pesawat ketiga yang dikirim dari PTDI dan dioperasikan oleh Senegal Air Force. Sebelumnya, PTDI telah mengirimkan pesawat CN235 pertama dengan konfigurasi Military Transport pada tahun 2011 dan pesawat kedua dengan konfigurasi Multi Purpose Aircraft (MPA) pada tahun 2016.
Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro mengatakan pesawat ini diberikan langsung dalam kegiatan Ferry Flight dari Hanggar Fixed Wing PTDI menuju Dakar, Republik Senegal, hari ini, Jumat (19/3).
Kegiatan Ferry Flight ini dilakukan oleh Capt. Esther Gayatri Saleh sebagai Test Pilot In Command dan Flight Instructor (acting as Chief of The Mission) dan Capt. Anjun Nugroho sebagai Copilot. Dalam penerbangan tersebut turut serta Capt. Kane Mansour sebagai perwakilan dari Senegal Air Force.
Nilai Kontrak Pesawat CN235-220
Pesawat CN235-220. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Pesawat diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Medan (Indonesia), Chennai dan Mumbai (India), Doha (Qatar), Khartoum (Sudan), N'Djamena (Chad), Niamey (Niger) dan Dakar (Senegal) sebagai destinasi terakhir.
Dalam rilis resmi PTDI, penandatanganan kontrak pengadaan satu unit pesawat terbang CN235-220 MPA tersebut telah dilaksanakan pada 08 Agustus 2017 lalu, dengan nomor kontrak PTD/0005/UT0000/08/2017 antara PTDI dengan A.D. Trade Belgium Company untuk end user Senegal Air Force.
PTDI juga memberikan warranty untuk 600 Flight Hours sejak tanggal diterbitkannya Certificate of Final Acceptance setibanya pesawat tersebut di Senegal, sebagaimana kesepakatan pada kontrak.
Ferry Flight pesawat CN235-220 MPA ke Senegal disebut merupakan lanjutan dukunga terhadap PTDI setelah sebelumnya pesawat dengan jenis yang sama diekspor ke Nepal.
Ekspor pesawat udara oleh PTDI didukung dengan pembiayaan skema NIA dengan total keseluruhan sebesar Rp354 Miliar melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 512/KMK.08/2018.
Perluasan pasar tujuan ekspor ke negara-negara non tradisional tengah didorong Pemerintah meskipun memiliki beberapa risiko khusus yang kerap dihindari, baik oleh pelaku industri maupun perbankan nasional.
Peran Pemerintah melalui LPEI/Indonesia Eximbank dalam memberikan pembiayaan khusus untuk ekspor ke negara-negara non tradisional diharapkan dapat menstimulus industri nasional untuk melakukan perdagangan (ekspor) ke negara-negara non tradisional.
Saat ini PTDI sudah memproduksi dan mengirimkan pesawat CN235 sebanyak 69 unit untuk customer dalam negeri maupun luar negeri, dari total sebanyak 286 unit populasi pesawat CN235 series di dunia, dimana saat ini PTDI merupakan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat CN235.