Fakta 8 Pesawat Tempur Pengebom China yang Dikirim ke Taiwan
CNN Indonesia
Senin, 25 Jan 2021 18:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Pesawat pengebom China (AFP/GREG BAKER)
Jakarta, CNN Indonesia --
China mengirim pesawat pengebom berkemampuan nuklir, Xian H6K, dalam operasi 'senyap' di Taiwan.
Tak tanggung-tanggung dalam opeasi ini China kirim hingga delapan pesawat pengebom dan enam pesawat jet tempur J-16.
Pesawat ini terdeteksi memasuki sudut barat daya zona identifikasi pada pertahanan udara Taiwan. Laporan Reuters menyebutkan pesawat milik China itu terdeteksi oleh Taiwan pada Sabtu (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya diketahui telah melakukan penerbangan hampir setiap hari di atas perairan antara bagian selatan Taiwan dan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan dalam beberapa bulan terakhir.
Berikut ini sejumlah fakta mengenai pesawat Xian H6K milik China.
Terbang Pertama 2007
Xian H-6K merupakan versi terbaru dari pembom jarak menengah H-6.Pesawat ini melakukan penerbangan pertamanya pada 2007 dan mulai beroperasi pada tahun 2009. Sumber lain melaporkan bahwa pembom ini mulai beroperasi pada tahun 2013.
Makin canggih
Sebagai pesawat andalan dari generasi terkini, alat tempur ini sudah mengalami berbagai penyempurnaan. Pesawat bakal kebutuhan serangan jarak jauh ini memiliki mesin baru dan tangki lebih besar sehingga jarak mengudara menjadi lebih jauh.
Bodi pesawat dirancang menggunakan bahan komposit dan strukturnya diperkuat. Terdapat juga senapan 23 mm pada bagian belakang serta posisi menembaknya diganti menggunakan komponen elektronik.
Fitur lainnya yakni kursi lontar bagi awak, radar pencarian dan serangan, navigasi, pengendalian tembakan, dan presisi senjata.
Menggunakan Rudal Jelajah
Sebagai pesawat pengebom, H6K memiliki pelontar rudal yang berjumlah enam buah. Alat peluncur rudal tersebut diletakan di bawah sayap. Pesawat dapat membawa rudal jelajah CJ-10A dengan hulu ledak konvensional atau nuklir.CJ-10 merupakan rudal serangan darat jarak jauh pertama yang dikembangkan di China.Itu dirancang khusus untuk melawan kelompok pertempuran kapal induk Angkatan Laut AS.
Peluncur udara CJ-10A memiliki jangkauan 2.000-2.200 km. Pesawat ini juga dapat membawa rudal anti-kapal YL-12 dengan jangkauan 400 km.
Modifikasi pesawat Rusia
Pesawat ini adalah varian lokasl dari pesawat tempur rusia era perang dingin Tupolev Tu-16. Pesawat itu tak lagi digunakan Rusia pada awal 1990-an.
Mesin pesawat seri H-6 ini telah mengalami
pembaruan dan peningkatan kompleks sejak masuk ke militer China pada 1960an. Seri terbaru pesaawt ini adalah H-6K dan H6N. Ada juga pembaruan terbaru dengan seri HD-t yang ditujujan sebagai pesawat tempur perang elektronik.
Mesin Rusia
Pesawat ini dilengkapi mesin turbofan Saturn D-30KP-2 Rusia. Beberapa sumber melaporkan bahwa mesin ini direkayasa ulang China dari mesin Rusia. Mesin baru memiliki daya dorong yang lebih besar bagi pesawar dengan berat kosong 36 ton tersebut.
Radius Tempur
H-6K dilaporkan Military Today memiliki radius tempur 3.500 km, sedangkan rudal jelajah jarak jauh secara efektif memperluas jangkauan pembom menjadi sekitar 4.000-5.000 km.
Kemampuan itu cukup bagi H6K menjangkau Jepang, Malaysia, Filipina, Vietnam, Guam, Hawaii, Alaska dan Moskow dari daratan Cina, tanpa perlu meninggalkan zona pertahanan udara.
Jika ditempatkan di sekitar Laut China Selatan, radius pesawat terbang ini bisa menjangkau seluruh Asia Tenggara hingga kawasan sekitar Selat Malaka, termasuk Indonesia, seperti dilansir Flight Global.
Mahakarya China
Menjadi mahakarya dari pertahanan China, H6 akan menjadi andalan hingga 2030an. Bahkan, meski ada pesawat baru H20, H-6 tetap akan menjadi andalan militer China.
Disebutkan juga bila China telah mengungkap H6N sebagai varian terbaru saat parade militer besar-besaran Beijing pada Oktober 2019. Pesawat ini juga yang mungkin akan menjadi ancaman bagi Amerika Serikat dalam hal pertahanan.
Jakarta, CNN Indonesia --
China mengirim pesawat pengebom berkemampuan nuklir, Xian H6K, dalam operasi 'senyap' di Taiwan.
Tak tanggung-tanggung dalam opeasi ini China kirim hingga delapan pesawat pengebom dan enam pesawat jet tempur J-16.
Pesawat ini terdeteksi memasuki sudut barat daya zona identifikasi pada pertahanan udara Taiwan. Laporan Reuters menyebutkan pesawat milik China itu terdeteksi oleh Taiwan pada Sabtu (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya diketahui telah melakukan penerbangan hampir setiap hari di atas perairan antara bagian selatan Taiwan dan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan dalam beberapa bulan terakhir.
Berikut ini sejumlah fakta mengenai pesawat Xian H6K milik China.
Terbang Pertama 2007
Xian H-6K merupakan versi terbaru dari pembom jarak menengah H-6.Pesawat ini melakukan penerbangan pertamanya pada 2007 dan mulai beroperasi pada tahun 2009. Sumber lain melaporkan bahwa pembom ini mulai beroperasi pada tahun 2013.
Makin canggih
Sebagai pesawat andalan dari generasi terkini, alat tempur ini sudah mengalami berbagai penyempurnaan. Pesawat bakal kebutuhan serangan jarak jauh ini memiliki mesin baru dan tangki lebih besar sehingga jarak mengudara menjadi lebih jauh.
Bodi pesawat dirancang menggunakan bahan komposit dan strukturnya diperkuat. Terdapat juga senapan 23 mm pada bagian belakang serta posisi menembaknya diganti menggunakan komponen elektronik.
Fitur lainnya yakni kursi lontar bagi awak, radar pencarian dan serangan, navigasi, pengendalian tembakan, dan presisi senjata.
Menggunakan Rudal Jelajah
Sebagai pesawat pengebom, H6K memiliki pelontar rudal yang berjumlah enam buah. Alat peluncur rudal tersebut diletakan di bawah sayap. Pesawat dapat membawa rudal jelajah CJ-10A dengan hulu ledak konvensional atau nuklir.CJ-10 merupakan rudal serangan darat jarak jauh pertama yang dikembangkan di China.Itu dirancang khusus untuk melawan kelompok pertempuran kapal induk Angkatan Laut AS.
Peluncur udara CJ-10A memiliki jangkauan 2.000-2.200 km. Pesawat ini juga dapat membawa rudal anti-kapal YL-12 dengan jangkauan 400 km.
Modifikasi pesawat Rusia
Pesawat ini adalah varian lokasl dari pesawat tempur rusia era perang dingin Tupolev Tu-16. Pesawat itu tak lagi digunakan Rusia pada awal 1990-an.
Mesin pesawat seri H-6 ini telah mengalami
Xian H6K Kebanggaan China
Foto: AFP/GREG BAKER
pembaruan dan peningkatan kompleks sejak masuk ke militer China pada 1960an. Seri terbaru pesaawt ini adalah H-6K dan H6N. Ada juga pembaruan terbaru dengan seri HD-t yang ditujujan sebagai pesawat tempur perang elektronik.
Mesin Rusia
Pesawat ini dilengkapi mesin turbofan Saturn D-30KP-2 Rusia. Beberapa sumber melaporkan bahwa mesin ini direkayasa ulang China dari mesin Rusia. Mesin baru memiliki daya dorong yang lebih besar bagi pesawar dengan berat kosong 36 ton tersebut.
Radius Tempur
H-6K dilaporkan Military Today memiliki radius tempur 3.500 km, sedangkan rudal jelajah jarak jauh secara efektif memperluas jangkauan pembom menjadi sekitar 4.000-5.000 km.
Kemampuan itu cukup bagi H6K menjangkau Jepang, Malaysia, Filipina, Vietnam, Guam, Hawaii, Alaska dan Moskow dari daratan Cina, tanpa perlu meninggalkan zona pertahanan udara.
Jika ditempatkan di sekitar Laut China Selatan, radius pesawat terbang ini bisa menjangkau seluruh Asia Tenggara hingga kawasan sekitar Selat Malaka, termasuk Indonesia, seperti dilansir Flight Global.
Mahakarya China
Menjadi mahakarya dari pertahanan China, H6 akan menjadi andalan hingga 2030an. Bahkan, meski ada pesawat baru H20, H-6 tetap akan menjadi andalan militer China.
Disebutkan juga bila China telah mengungkap H6N sebagai varian terbaru saat parade militer besar-besaran Beijing pada Oktober 2019. Pesawat ini juga yang mungkin akan menjadi ancaman bagi Amerika Serikat dalam hal pertahanan.