LIPI Jelaskan 3 Jenis Gurita Cincin Mematikan di Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 10:07 WIB
LIPI mengungkapkan jenis gurita cincin biru beracun di Indonesia yang belakangan dibuat heboh karena dipegang turis di Bali. Ilustrasi gurita beracun. (Dok. Jakarta Aquarium)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Ucu Yanu Arbi menjelaskan beberapa jenis spesies gurita cincin biru di Indonesia yang beracun dan berpotensi mematikan.

"Ada belasan spesies di dunia, yang paling terkenal itu ada tiga yang mudah ditemukan di Indonesia," ujar Ucu kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (30/3).

Menurut Ucu spesies itu yakni Hapalochlaena lunulata yang tersebar di seluruh lautan Indo-Pasifik, Hapalochlaena fasciata yang tersebar di arah Pasifik, dan Hapalochlaena maculosa ke arah lautan Australia. Ketiga spesies itu hidup di perairan dangkal kurang dari 30 meter.


Ia menjelaskan sebaran spesies gurita yang ada di Indonesia lebih dominan tidak memiliki racun yang mematikan. Namun hanya dapat melumpuhkan lawannya saja.

Menurut Ucu, hampir seluruh spesies gurita memiliki sistem pertahanan yang menyerang lawan dengan menggigit dan menyemprotkan racun lewat air liurnya. Racun itu menyerang syaraf lawannya atau disebut Neurotoxin.

"Begitu menyerang saraf bisa paling fatal menimbulkan kematian dalam hitungan detik, dan paling ringan itu cedera atau lumpuh," kata dia.

Karena, kata dia sistem kekebalan tubuh manusia bermacam-macam. Hal itulah yang membedakan reaksi racun pada tubuh manusia, ketika digigit oleh gurita.

Ia menjelaskan di perairan Indonesia banyak kasus temuan gigitan gurita yang hanya membuat cedera. Namun hingga kini ia belum menemukan gigitan yang menyebabkan kematian.

"Terutama pada jenis gurita yang bisa dimakan itu. Itu banyak sekali kasus gigitan. Cuman kan karena tidak menimbulkan efek yang fatal jadi tidak dilaporkan," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan beberapa perbedaan yang menunjukkan gurita berbahaya dan tidak.

Untuk mengetahui perbedaannya, kata dia, bisa dilihat dari warna kulit. Apabila pada bagian kulit terluar gurita memiliki warna yang cerah, maka hewan itu berpotensi mematikan.

Namun sebaliknya. Jika menemukan gurita dengan jenis kulit yang berwarna dominan cokelat, hitam atau abu-abu, kata Ucu, itu merupakan jenis gurita yang relatif tidak berbahaya.

"Walaupun semua hewan punya insting mempertahankan diri," tutupnya.

Sebelumnya, warga Indonesia dihebohkan dengan video turis di Bali yang tak sadar memegang gurita cincin beracun yang diklaim lebih mematikan dari sianida.

 

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK