Penyebab Puting Beliung di Cimenyan Bandung versi LAPAN

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 03:36 WIB
Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK) PSTA-LAPAN mengungkapkan pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat cepat dapat memicu angin puting beliung. Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK) PSTA-LAPAN mengungkapkan pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat cepat dapat memicu angin puting beliung. Ilustrasi. (iStockphoto/deepspacedave).
Bandung, CNN Indonesia --

Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK) PSTA-LAPAN merilis analisanya terkait angin puting beliung yang terjadi di Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, pada Minggu (28/3) lalu.

Menurut anggota TREAK PSTA-LAPAN Erma Yulihastin, data pertumbuhan awan hasil pengamatan satelit Himawari-8 dari DSS SADEWA menunjukkan sistem konveksi skala lokal telah terbentuk di sebelah barat Cimenyan sejak pukul 14.00 WIB. Sistem ini selanjutnya tumbuh dengan cepat dari pukul 15.00-16.00 WIB.

"Pertumbuhan awan konvektif yang terjadi dengan cepat dan meluas di sekitar Cimenyan ini disebabkan oleh pembentukan konvergensi angin permukaan," kata Erma dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3).


Dalam hal ini, sambungnya, pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat cepat dapat memicu cuaca ekstrem, seperti badai guruh, angin puting beliung, maupun water spout.

Konvergensi lokal di sekitar Cimenyan tersebut telah membangkitkan badai yang ditandai dengan pembentukan garis konvektif atau convective line berdasarkan data radar SANTANU-LAPAN.

Erma mengatakan, pada radar tersebut terlihat kemunculan V-Shape rainband yang mengindikasikan tarikan udara dari arah barat laut dan barat daya yang bergerak menuju Cimenyan terjadi mulai pukul 15.56-16.00WIB.

"Bentuk V-Shape dalam pantauan radar yang dikenal dengan istilah badai Bow Echo mencapai proses kematangannya hingga pukul 16.00 WIB lalu pecah dan terdisipasi. Saat terdisipasi inilah, puting beliung dapat terbentuk," ujarnya.

Erman menambahkan, aktivitas awan Cb yang intensif di suatu tempat perlu diwaspadai karena keadaan tersebut berpotensi membangkitkan puting beliung.

"Hingga saat ini, puting beliung masih sangat sulit diprediksi karena kejadian yang sangat lokal dengan durasi yang sangat singkat atau orde menitan," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaporkan sebanyak 298 rumah mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang menerjang tiga desa di Cimenyan. Selain kerusakan, fenomena alam ini juga mengakibatkan 2 orang luka berat dan 3 orang luka ringan, serta pohon tumbang yang menimpa 2 unit mobil.

(hyg/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK