Fungsi Black Box CVR Sriwijaya Air SJ 182 yang Baru Ditemukan

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 13:46 WIB
Kotak Hitam di pesawat memiliki dua bagian, salah satunya Cockpit Voice Recorder (CVR) yang baru ditemukan di kasus jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182. Ilustrasi kotak hitam Sriwijaya Air. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma
Jakarta, CNN Indonesia --

Kotak Hitam atau black box di pesawat memiliki dua bagian yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merupakan kombinasi perangkat untuk melengkapi black box bersama dengan Flight Data Recorder (FDR).

Ide dasarnya CVR merekam percakapan di dek penerbangan yang menjadi fitur-fitur penunjang keamanan di pesawat. Berbeda dengan CVR, FDR terus merekam beragam data tentang semua aspek pesawat pada saat terbang. Mulai dari pengoperasian pesawat, ketinggian, kecepatan udara dan arah yang dituju pesawat.

Tujuannya untuk melengkapi investigasi di saat pesawat ditemukan mengalami kecelakaan kecil maupun besar.


Mengutip Britannica, CVR juga merekam dan menyimpan sinyal audio dari microphone dan earphone dari headset pilot dan co-pilot. Tidak hanya itu alat perekam juga dapat menangkap suara pesawat yang ada di kokpit.

Awalnya CVR menggunakan rekaman kabel analog dan kemudian diganti menjadi pita magnetik analog. Beberapa unit pita perekat menggunakan dua gulungan, dengan pita perekat yang secara otomatis membalik di setiap ujungnya.

Saat ini, CVR yang paling banyak digunakan dalam transportasi komersial mampu merekam 4 saluran data audio selama 2 jam pengoperasian. Data baru akan terus menerus menggantikan data yang lama.

Persyaratan CVR sebelumnya untuk merekam selama 30 menit ternyata tidak cukup dalam banyak kasus. Dalam beberapa investigasi kecelakaan, bagian penting dari data audio yang bersangkutan hilang karena terjadi lebih dari 30 menit sebelum insiden selesai.

Pasalnya alat perekam akan menimpa audio selama 30 menit sekali, yang menyebabkan rekaman sebelumnya akan hilang karena diganti dengan rekaman terbaru.

Kini CVR terbaru menggunakan memori solid-state dan teknik perekaman digital yang membuatnya jauh lebih tahan terhadap guncangan, getaran dan kelembaban.

Mengutip Skybrary, berdasarkan aturan yang ditentukan Organisasi Penerbangan Internasional Sipil (ICAO), ada beberapa ketentuan yang harus dilengkapi oleh setiap pesawat dalam melakukan penerbangan.

Pertama, pesawat maupun helikopter harus dilengkapi dengan perekam suara kokpit dengan durasi perekaman minimal 30 menit dari pengoperasiannya.

Kedua, pesawat terbang dengan sayap lebih dari 5.700 kilogram dan memiliki sertifikat kelaikan udara yang diterbitkan 1 Januari 2003, harus dilengkapi dengan CVR dengan durasi perekaman dua jam.

Ketiga helikopter yang memiliki sertifikat laik udara yang dikeluarkan 1 Januari 2003 harus dilengkapi CVR dengan durasi perekaman dua jam.

Kotak hitam atau black box Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat nahas Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan, Rabu (31/3). Tim pencari telah berhasil menemukan black box Sriwijaya Air SJ 182 jenis FDR. Kotak hitam FDR itu ditemukan pada 12 Januari 2021 atau tiga hari setelah pesawat SJ 182 jatuh.

Sriwijaya Air SJ 182 jatuh pada Sabtu (9/1) lalu usai lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Sedianya pesawat nahas tersebut akan menuju Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Itulah cara kerja dari Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merupakan bagian dari black box atau kotak hitam yang terdapat di pesawat. Black box dilengkapi pemancar sinyal jika terkena air yang dikenal sebagai Underwater Locator Beacon (ULB).

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK