Maskapai Hong Kong Larang HP Vivo Usai Insiden Kebakaran

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 07:10 WIB
Sebuah maskapai di Hong Kong melarang pemakaian Smartphone Vivo setelah terjadi kebakaran kargo. Ilustrasi Smartphone Vivo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah maskapai di Hong Kong melarang pemakaian Smartphone Vivo setelah terjadi kebakaran kargo. Palet kargo yang terbakar diketahui berisi ponsel Vivo Y20.

Kebakaran kargo besar terjadi Bandara Hong Kong pada akhir pekan lalu. Kebakaran kargo terjadi di apron bandara Hong Kong.

Melansir Android Authority, kebakaran tepat sebelum palet yang berisi ponsel Vivo Y20 dan aksesorisnya akan dimuat ke dalam pesawat kargo. Berdasarkan informasi, ponsel itu akan dikirim menuju Thailand.


Video insiden yang diposting di dunia maya menunjukkan api berasal dari sebuah palet dan menyebar ke dua palet lainnya. Foto juga menunjukkan banyak kotak dan telepon bermerek Vivo yang rusak setelah kejadian itu.

Pasca kejadian itu, Hong Kong Air Cargo telah melarang perangkat Vivo dan dua perusahaan angkutan udara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hingga kini, penyebab kebakaran juga belum diketahui.

Dugaan awal menyebut baterai lithium-ion yang digunakan di smartphone dapat menyebabkan kebakaran jika cacat atau rusak. Kejadian serupa pernah melibatkan Samsung Galaxy Note 7 pada tahun 2016.

"Kami telah memberikan perhatian yang tinggi dan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk menentukan penyebabnya," kata Vivo.

Melansir 91mobiles, pihak berwenang belum menyimpulkan sumber api, tetapi mungkin ada hubungannya dengan baterai yang merupakan bagian paling mudah terbakar dari sebuah smartphone.

Tidak jelas berapa banyak smartphone yang hancur. Mengingat ada satu kotak penuh dengan ada kemungkinan ratusan hingga ribuan ponsel Vivo rusak atau hancur dalam insiden itu. Selain itu, upaya pemadaman kebakaran mungkin telah merusak banyak perangkat yang lolos dari kobaran api.

Vivo merupakan perusahaan teknologi yang berkantor pusat di Dongguan, Guangdong, China. Selain mengembangkan ponsel cerdas, Vivo juga memproduksi aksesori ponsel cerdas, perangkat lunak, dan layanan online.

Vivo merupakan bagian dari raksasa elektronik China, BBK Electronics pada tahun 2008. Pada tahun 2011, BBK Electronics meluncurkan merek smartphone bernama 'BBK Vivo'.

Pada 2012, merek tersebut berganti nama menjadi Vivo dan menjadi perusahaan independen.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK