Pengiriman Ponsel Huawei Anjlok 41 Persen Gara-gara Sanksi AS

CNN Indonesia | Minggu, 31/01/2021 16:10 WIB
Counterpoint Research melansir pengiriman ponsel pintar Huawei anjlok 41 persen pada kuartal IV 2020, dampak dari sanksi yang diberikan AS. Counterpoint Research melansir pengiriman ponsel pintar Huawei anjlok 41 persen pada kuartal IV 2020 dampak dari sanksi yang diberikan AS. Ilustrasi. (CNNIndonesia.com/ Eka Santhika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengiriman smartphone Huawei merosot. Data Counterpoint Research menyebut pengiriman anjlok sebesar 41 persen secara global pada kuartal keempat 2020, akibat sanksi yang diberikan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pada kuartal keempat 2020, Huawei hanya mampu mengirimkan 33 juta smartphone dan meraup pangsa pasar sebesar delapan persen, seperti dikutip CNBC.

Akibatnya, Huawei turun ke urutan enam. Artinya, perusahaan teknologi asal China itu tidak masuk ke dalam lima besar pembuat smartphone terbesar.


Huawei kalah jauh dibandingkan dua perusahaan China lainnya, yaitu Oppo dan Vivo serta Apple dan Samsung.

Data Counterpoint Research juga diperkuat dengan data yang rilis Canalys, yang menunjukkan Huawei hanya mengirimkan 32 juta smartphone pada kuartal yang sama.

Ini merupakan pertama kalinya Huawei keluar dari lima besar peringkat perusahaan ponsel dunia.

"Huawei secara dramatis surut di sebagian besar pasar akibat sanksi AS," kata Amber Liu, Analis dari Canalys.

Menanggapi kedua data tersebut, perwakilan perusahaan Huawei optimis akan tetap berjaya di masa depan.

"Huawei selalu berkomitmen pada inovasi dan berdedikasi untuk menciptakan nilai lebih bagi konsumen dengan produk yang lebih baik," kata perwakilan Huawei.

"Selama setahun terakhir, bisnis ponsel cerdas kami telah berkembang pesat, tablet, PC, dan perangkat yang dikenakan telah mengalami pertumbuhan signifikan. Kami tetap yakin dengan masa depan," lanjutnya.

Kesengsaraan Huawei datang saat Apple mengirimkan 90,1 juta ponsel selama kuartal keempat menurut data yang dikeluarkan IDC.

Nyatanya, sanksi pemerintah AS sangat berdampak pada bisnis smartphone Huawei.

Pada 2019, Huawei dimasukkan ke dalam daftar hitam AS yang disebut sebagai daftar entitas yang membatasi perusahaan Amerika mengekspor komponen dan perangkat lunak utama ke Huawei.

Salah satu efek terbesar akibat dampak daftar hitam AS ialah sistem operasi milik Google, yakni Android ditarik dari smartphone terbaru Huawei.

(din/bir)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK