LAPAN: Siklon Tropis 94W, Waspada Banjir Bandang Maluku Utara

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 08:44 WIB
Maluku Utara yang dekat dengan aliran sungai dan pegunungan perlu mewaspadai peningkatan hujan signifikan persisten selama 13-15 April 2021. Ilustrasi banjir bandang. (Istockphoto/ Bee32)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mendeteksi dampak Siklon Tropis 94 W di Indonesia, yakni angin kencang dan hujan deras diprediksi terjadi secara persisten di wilayah Maluku.

Berdasarkan prediksi aplikasi sistem peringatan dini atmosfer ekstrim berbasis satelit (SADEWA-LAPAN) peningkatan hujan signifikan terjadi di wilayah Maluku bagian utara khususnya di Tolofu dan sekitarnya.

"Peningkatan hujan terprediksi mulai terjadi sejak dini hari pada 13 April dan terus berlangsung secara persisten dengan intensitas hujan cenderung meningkat pada sore-malam hari hingga 15 April 2021," ujar Lapan melalui siaran pers, Selasa (13/4).


Lapan mengimbau masyarakat di sepanjang pesisir barat Maluku Utara yang dekat dengan aliran sungai dan pegunungan perlu mewaspadai peningkatan hujan signifikan persisten selama 13-15 April 2021, karena berpotensi menimbulkan bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Terpisah, Deputi Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara berada pada level waspada banjir bandang dalam dua hari ke depan.

"Waspada Sulawesi Utara dan Maluku Utara," kata Guswanto melalui keterangan tertulis Senin (12/4).

Dampak lainnya adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Lalu gelombang dengan tinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, serta Samudera Pasifik sebelah utara Halmahera.

Gelombang setinggi 2,5-4 meter juga berpotensi terjadi di Perairan Raja Ampat, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Teluk Cendrawasih hingga Perairan Jayapura.

Gelombang setinggi 4-6 meter juga berpotensi terjadi di Samudera Pasifik utara Papua.

Dengan adanya prediksi cuaca dari BMKG itu masyarakat diimbau untuk waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrim yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati," imbau Guswanto.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK