Tulang Belulang Manusia Usia 17 Abad Tak Sengaja Ditemukan

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 09:24 WIB
Sebuah insiden tidak disengaja terjadi dalam pengungkapan kasus pembunuhan seorang fotografer bernama Malika Maria de Fernandez. Ilustrasi jenazah. (Istockphoto/Nito100)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah insiden tidak disengaja terjadi dalam pengungkapan kasus pembunuhan seorang fotografer bernama Malika Maria de Fernandez.

Pengadilan justru dikejutkan dengan laporan bahwa potongan jenazah yang awalnya diduga Malika ternyata potongan tulang belulang manusia yang diperkirakan sudah berusia sekitar 1.600 tahun, berasal dari Inggris Romawi.

Malika Maria de Fernandez sebelumnya dilaporkan telah dibunuh oleh suaminya, seorang pegawai maskapai penerbangan bernama Peter Reyn-Bardt pada tahun 1961. Dalam penyelidikan, Reyn-Bardt mengaku membunuh dan memutilasi Malika sebelum membuangnya di Lindow Moss, sebutan untuk rawa di wilayah Cheshire, Inggris.


Jenazah manusia yang diperkirakan sudah berusia 17 abad itu atau dikenal sebagai Lindow Man pertama kali ditemukan beberapa tahun setelah kematian Malika. Lindow Man ditemukan oleh pekerja proyek bernama Andy Mould dan Stephen Dooley pada 13 Mei 1983.

Awalnya, keduanya mengira seraya berkelakar gumpalan yang di temuakan itu adalah telur dinosaurus. Namun, mereka terkejut gumpalan itu ternyata tengkorak kepala manusia setelah mencucinya.

Melansir Science History, saat ditemukan, tengkorak itu tidak memiliki rahang tetapi masih memiliki kulit, sedikit rambut, dan satu bola mata.

Pasca penemuan itu, polisi sempat melakukan penyelidikan dan menyimpulkan bahwa itu adalah potongan tubuh Malika. Tim frensik melaporkan kepala itu dari seorang wanita berusia antara 30 dan 50 tahun.

Polisi pun melanjutkan pencarian terhadap potongan tubuh di lokasi penemuan namun tidak membuahkan hasil hingga pada akhirnya tetap membawa Reyn-Bardt ke pengadilan.

Namun, Detektif Inspektur George Abbott yang terlibat dalam pengungkapan kasus pembunuhan itu merasa penasaran dan mengirim potongan kepala itu ke Universitas Oxford untuk studi lebih lanjut.

Pada persidangan, profesor dari departemen arkeologi Universitas Oxford bersaksi bahwa kepala bukan milik Fernandez. Penanggalan radiokarbon menunjukkan kepala itu berasal dari Inggris Romawi.

Beberapa tahun kemudian Andy Mould membuat penemuan mengerikan kedua di lokasi yang sama. Pada tanggal 1 Agustus 1984, saat berdiri lagi di konveyor pabrik, Mold mengambil sepotong kayu yang menurutnya merupakan kayu rawa.

"Kami membersihkannya sedikit, lalu kami melihat kuku kaki," kata Mold dalam wawancara 2008 dengan Museum Manchester.

Para peneliti mengaitkan lumut sphagnum berperan dalam proses pengawetan jenazah. Lumut sphagnum mengubah kimiawi tubuh air di sekitarnya, menjadikannya sangat asam untuk lingkungan alami (pH sekitar 3,3 hingga 4,5) dan sangat rendah dalam mineral terlarut.

Saat lumut yang mengapung mati, mereka membangun lapisan di dasar rawa. Lumut yang membusuk melepaskan gula dan asam humat ke dalam air, yang mengonsumsi oksigen saat terurai. Dengan permukaan terhalang oleh lumut hidup, air menjadi anaerobik.

Dalam kondisi ini, jaringan manusia tidak membusuk. Sebaliknya mereka menjadi cokelat seperti kulit. Kulit menjadi coklat, rambut menjadi merah, dan benda-benda di dalam atau di sekitar tubuh larut, seperti halnya kebanyakan pakaian.

Melansir IFL Science, tubuh Malika belum ditemukan hingga hari ini. Jaksa penuntut Martin Thomas juga mengatakan tengkorak itu tidak ada hubungannya dengan Malika. Tapi hakim memutuskan Reyn-Bardt bersalah berdasarkan pengakuan selama penyidikan.

Dalam pemeriksaan, Reyn-Bardt mengatakan bahwa dia memotong-motong tubuh Malika dengan kapak, sebelum mencoba membakarnya. Ketika tidak berhasil, dia membawanya ke rawa terdekat dan melemparkannya ke dalam.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK