Meraba Kondisi dan Tekanan Laut di Kedalaman 800 Meter

CNN Indonesia
Minggu, 25 Apr 2021 20:45 WIB
Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) di perairan Bali, terdeteksi berada di kedalaman 838 meter.
Ilustrasi kapal selam di laut dalam. (AFP PHOTO / FRED TANNEAU)

Gelap di laut juga menandakan bahwa keadaan di bawah sana sangat dingin. Di bawah kedalaman sekitar 656 kaki atau sekitar 200 meter, perairan laut disebut memiliki suhu rata-rata hanya 4 derajat celcius. Sementara di sekitar kedalaman 1.000 meter, cahaya matahari sudah tidak dapat masuk, sehingga benar-benar gelap gulita.

Selain itu, manusia juga membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup di kedalaman laut. Oksigen membentuk 21 persen dari udara yang manusia hirup, sementara sekitar 78 persen dari udara yang manusia hirup adalah gas nitrogen.

Lalu, tekanan hidrostatis yang meningkat kemungkinan akan lebih banyak menghasilkan oksigen, dan lebih banyak nitrogen larut dalam darah manusia. Dengan kondisi 100 kaki atau 30,4 meter di bawah kedalaman laut, nitrogen akan berbahaya bagi manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Narkosis nitrogen terjadi karena terlalu banyak nitrogen yang dipaksa masuk ke aliran darah. Kondisi itu pada akhirnya akan mengakibatkan pingsan dan tidur. Adapun sebelum tahap pingsan, penyelam disebut bakal menjadi pusing.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Manusia saat Berada di Kedalaman 800 meter?

Melansir Medical Daily, pada kedalaman sekitar 100 kaki atau 30,48 meter, manusia akan mengalami empat kali tekanan normal. Kondisi itu menyebabkan jaringan spons paru-paru mulai berkontraksi, yang akan membuat penyelam hanya memiliki sedikit pasokan udara yang terhirup di permukaan.

Pada saat yang sama, tekanan dari air akan mendorong air ke dalam mulut, mengisi kembali paru-paru manusia dengan air, bukan udara. Selain itu, semakin lama manusia di bawa ke kedalaman laut, detak jantung manusia bisa turun menjadi hanya 14 detak per menit.

"Berapa banyak air yang bisa masuk sebelum manusia mulai mengeluarkan darah ke paru-paru?. Sehingga tidak jarang penyelam yang dalam akan batuk darah ketika mereka muncul ke permukaan," kata Direktur Pusat Penelitian dalam Lingkungan Khusus di Sekolah Kedokteran Universitas Buffalo Dr. Claes Lundgren.

(khr/dal)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER