NASA Tangguhkan Kontrak Astronot SpaceX Rp42,1 Triliun

CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 00:13 WIB
NASA menangguhkan kontrak terkait proyek membangun pesawat ruang angkasa guna membawa astronaut ke bulan pada 2024 . Ilustrasi. (AP/John Raoux)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangguhkan kontrak terkait proyek untuk membangun pesawat ruang angkasa guna membawa astronaut ke bulan pada 2024 sembari menunggu putusan Badan Pengawas Federal atau Government Accountability Office (GAO) terkait dua protes atas proyek tersebut.

Program Human Landing System (HLS) ditunda hingga GAO mengeluarkan keputusan mengenai protes dua perusahaan antariksa itu. Artinya SpaceX tidak akan menerima bagian pertama dari proyek senilai US$2,9 miliar atau sekitar Rp42,1 triliun.

Selain itu, SpaceX takkan bisa memulai pembicaraan awal dengan NASA, sebagaimana yang kerap terjadi pada permulaan kontrak dalam sebuah proyek besar.


Sebelumnya, SpaceX milik Elon Musk, dipilih oleh NASA pada 16 April untuk mengangkut astronot ke bulan. Penyebabnya adalah minimnya nilai pendanaan.

Atas penunjukan itu, dua perusahaan yang memperebutkan kontrak tersebut yakni Blue Origin dan Dynetics, memprotes keputusan NASA ke GOA--yang bertugas memutuskan sengketa penawaran.

Dalam protes yang berisi 175 halaman itu, kedua perusahaan menuding NASA belum mengevaluasi tawaran dengan cermat dan mendorong badan antariksa tersebut untuk mempertimbangkan ulang keputusan.

Pemerintah memiliki waktu 100 hari hingga 4 Agustus 2021 untuk memutuskan apakah protes itu diterima.

Blue origin menuduh agensi itu, secara tidak adil "memindahkan tiang gawang pada menit terakhir" dan dianggap membahayakan lini masa 2024 NASA dengan hanya memilih Space X.

"Berdasarkan protes GAO, NASA menginstruksikan SpaceX bahwa kemajuan pada kontrak HLS telah ditangguhkan sampai GAO menyelesaikan semua litigasi terkait pengadaan ini," ujar Juru Bicara NASA, Monica Witt dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Verge.

Sistem roket SpaceX, Starship, yang dapat digunakan kembali sedang dikembangkan untuk mengangkut manusia dan kargo ke Bulan dan Mars. Hal tersebut juga dilakukan untuk memenangkan hadiah dari NASA, terutama untuk kemampuan kargo masifnya.

Hingga titik ini, perkembangan Starship didorong oleh Elon Musk, pendiri dan kepala eksekutif miliarder SpaceX.

Perusahaan telah meluncurkan beberapa prototipe Starship dalam penerbangan uji ketinggian pendek dan tinggi di fasilitas peluncurannya di Boca Chica, Texas. Mendaratkan rupa awal setelah melayang lebih dari enam mil di udara terbukti menjadi tantangan yang berat.

Pengembangan Starship pribadi SpaceX kemungkinan akan berlanjut. Uji terbaru perusahaan terhadap prototipe Starship, SN15, dijadwalkan akan diluncurkan dalam beberapa hari ke depan setelah memperoleh persetujuan lisensi dari Administrasi Penerbangan Federal pada pekan ini.

NASA mengatakan memilih satu perusahaan adalah keputusan terbaik yang dapat dibuat pada saat itu dengan dana yang disediakan dari Kongres. Tahun lalu, Kongres memberi agen $850 juta dari $3,3 miliar yang diminta untuk pengadaan dua pendarat bulan.

Menurut Kepala Penerbangan Luar Angkasa NASA, Kathy Lueders, penghargaan SpaceX adalah kunci 'langkah pertama' dalam program yang lebih luas untuk mengamankan transportasi ke Bulan. Ia juga menjanjikan pada saat itu bahwa peluang kontrak baru akan terbuka dalam waktu dekat.

(isa/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK