Yahoo Dijual, Laku Rp72 Triliun

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 13:02 WIB
Verizon dilaporkan menjual perusahaan medianya yakni Yahoo dan AOL ke firma pengelola aset AS, Apollo Global Management. Ilustrasi Yahoo dijual. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan berbasis komunikasi asal Amerika Serikat, Verizon dilaporkan menjual perusahaan medianya yakni Yahoo dan AOL ke firma pengelola aset AS, Apollo Global Management senilai US$5 miliar atau senilai Rp72 Triliun.

Penjualan tersebut akan membuat merek media online di bawah payung Yahoo dan AOL sebelumnya seperti TechCrunch, Yahoo Finance, dan Engadget berpindah ke Apollo dengan nilai valuasi lebih rendah daripada beberapa tahun lalu.

Jika dilihat sebelumnya, nilai akuisisi dianggap lebih rendah dari angka pembelian Yahoo dan AOL pada saat diambil alih oleh Verizon beberapa tahun lalu.


Verizon membeli AOL seharga US$4,4 miliar atau senilai Rp63,4 triliun pada tahun 2015, dan dua tahun kemudian membeli Yahoo seharga US$4,5 miliar atau sekitar Rp64,9 triliun.

Verizon akan mendapatkan uang tunai dari penjualan tersebut sebanyak US$4,25 miliar dari Apollo, sedangkan sisanya akan ditukar dalam bentuk saham kepemilikan Yahoo sebesar 10 persen.

Meski demikian, Verizon tidak menyebutkan mengapa pihaknya menjual dua perusahaan media yang sempat populer di tahun 2000-an itu. Namun dikabarkan Verizon ingin berfokus pada jaringan nirkabel dan bisnis penyedia internet.

Pada tahun lalu Verizon juga menjual bisnis media online lain yang berada di bawah naungannya, yakni HuffPost kepada BuzzFeed. Belakangan ia juga menjual dan menutup media naunganya seperti Tumblr dan Yahoo Answers.

Dikutip Techcrunch, Apollo merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 1990. Apollo memiliki beragam aset seperti resor, kepemilikan sahan di sektor telekomunikasi, media dan teknologi termasuk ADT, Coinstar, dan Cox Media.

Sebelumnya Verizon memiliki visi untuk mengubah properti Yahoo dan AOL menjadi media raksasa online yang dapat mengambil alih dominasi Google dan Facebook dalam penjualan iklan online.

Melansir CNBC, dengan dijualnya Yahoo dan AOL menandakan Verizon tidak lagi tertarik pada media online, tidak seperti pada pesaingnya yakni AT&T.

Perusahaan jaringan telekomunikasi AT&T masih berupaya mengembangkan WarnerMedia sebagai pesaing Netflix dan Disney. Bahkan pengemangan dilakukan di tengah banyaknya hutang dari akuisisi medianya.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK